0 menit baca 0 %

PAI Mandau Ikut Pelatihan Menulis via Zoom Menulis Itu Tidak Sulit

Ringkasan: Mandau (Kemenag) Penyuluh Agama Islam KUA Mandau, Ahmad Sehat, terus menunjukkan komitmennya untuk mengasah kemampuan diri. Ahad (10/8/2025), ia mengikuti pelatihan menulis daring bertema Menulis Itu Tidak Sulit yang digelar oleh Sekolah Wartawan dan dibimbing langsung oleh Sulistiono, seorang prakt...

Mandau (Kemenag) – Penyuluh Agama Islam KUA Mandau, Ahmad Sehat, terus menunjukkan komitmennya untuk mengasah kemampuan diri. Ahad (10/8/2025), ia mengikuti pelatihan menulis daring bertema “Menulis Itu Tidak Sulit” yang digelar oleh Sekolah Wartawan dan dibimbing langsung oleh Sulistiono, seorang praktisi dan mentor jurnalistik berpengalaman.

Pelatihan yang diadakan melalui platform Zoom ini diikuti oleh berbagai peserta dari latar belakang beragam, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga praktisi media. Dalam sesi tersebut, Sulistiono memaparkan berbagai teknik menulis berita dan artikel dengan bahasa yang sederhana, runtut, dan menarik.

Menurut Sulistiono, hambatan terbesar dalam menulis seringkali bukan pada keterbatasan kemampuan, melainkan pada rasa takut memulai.

“Menulis itu sebenarnya mudah. Yang sulit adalah mengalahkan rasa ragu dan menunda. Kuncinya, mulailah dari apa yang kita tahu, lalu terus asah dengan latihan,” ujarnya.

Bagi Ahmad Sehat, pelatihan ini menjadi kesempatan berharga untuk memperkaya keterampilan komunikasi, khususnya dalam menyampaikan pesan dakwah dan informasi kepada masyarakat.

“Sebagai penyuluh agama, saya tidak hanya bertugas berbicara di mimbar atau tatap muka. Menulis juga menjadi sarana penting untuk menyampaikan nilai-nilai kebaikan kepada lebih banyak orang. Pelatihan ini membuka wawasan saya bahwa menulis bisa dilakukan siapa saja, asal mau mencoba dan konsisten,” ungkapnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diajak untuk langsung mempraktikkan teknik penulisan berita singkat dan mempelajari cara mengemas pesan agar lebih menarik bagi pembaca. Metode belajar yang interaktif membuat suasana pelatihan terasa ringan, namun tetap sarat manfaat.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pengembangan diri tidak mengenal batas usia maupun profesi. Dengan semangat belajar yang tinggi, Ahmad Sehat dan para peserta lainnya berharap keterampilan menulis yang mereka miliki dapat menjadi alat efektif untuk berbagi informasi positif dan menginspirasi masyarakat.