0 menit baca 0 %

PAI NON PNS KEC RENGAT BARAT TAJA MAULID NABI BERSAMA RPQ AL-JANNAHTUL ULA

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Setiap Penyuluh Agama Islam Non PNS wajib memiliki minimal 2 (dua) kelompok binaan, dan melakukan bimbingan/penyuluhan secara berkala.Tugas dan fungsi Penyuluh Agama Islam Non PNS menyangkut beberapa hal, yaitu terkait dengan, Pengentasan Buta Huruf Al-Qur an; Keluarga Sakin...

Indragiri Hulu, (Inmas). Setiap Penyuluh Agama Islam Non PNS wajib memiliki minimal 2 (dua) kelompok binaan, dan melakukan bimbingan/penyuluhan secara berkala.
Tugas dan fungsi Penyuluh Agama Islam Non PNS menyangkut beberapa hal, yaitu terkait dengan, Pengentasan Buta Huruf Al-Qur’an; Keluarga Sakinah; Pengelolaan Zakat; Pemberdayaan Wakaf; Produk Halal; Kerukunan Umat Beragama; Radikalisme dan Aliran Sempalan dan NAFZA dan HIV/AIDS.
Dalam upaya Pengentasan Buta Huruf Al-Qur’an, Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Rengat Barat, Muhammad Husni Firdaus, S.Pd.I melaksanakan Gerakan Maghrib Mengaji bersama kelompok binaan Rumah Pendidikan Qur’an (RPQ) Al-Jannahtul Ula, Desa Pekanheran, Kecamatan Rengat Barat.
Selanjutnya pada hari Ahad 17 Oktober 2021 bersama kelompok binaannya melaksanakaan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H dengan penceramah Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Rengat Barat, Hijriadi Askodrina, M.Pd.
Peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam (SAW), atau yang biasa disebut dengan Maulid Nabi diselenggarakan pada bulan Rabiul Awal. Maulid Nabi menjadi momentum bagi umat Islam untuk mensyukuri kelahiran Nabi Muhammad SAW. Memperingati Maulid Nabi memiliki beberapa nilai dan makna, diantaranya, nilai spiritual, dengan mengungkapkan kegembiraan terhadap kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan bentuk cerminan rasa cinta dan penghormatan umat muslim terhadap Nabi pembawa rahmat bagi seluruh alam; nilai moral, dapat dipetik dengan memahami akhlak terpuji maupun meneladani Nabi Muhammad SAW; nilai sosial, dengan memuliakan dan memberikan jamuan makanan para tamu/undangan.
Gerakan Maghrib Mengaji, selain untuk Pengentasan Buta Huruf Al-Qur’an sekaligus menumbuh kembangkan minat dan kemampuan baca Al-Qur’an dan pembentukan karakter generasi muda berakhlak mulia serta peringatan Maulid Nabi yang dilaksanakan menjadikan kita untuk meneladani Nabi Muhammad SAW sekaligus peningkatan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT, demikian disampaikan M. Husni Firdaus kepada Inmas Kankemenag Kab. Inhu.(tulang)