0 menit baca 0 %

PAI Pekanbaru Isi Dialog Interaktif Religi RRI Pro 4

Ringkasan: Pekanbaru (Kemenag)- Radio Republik Indonesia Pro Empat Pekanbaru menyiarkan Dialog Interaktif bersama narasumber Penyuluh Agama Islam, Ustadz Muhammad Yamin Nasution, Jum at pagi (20/09/2024). Dialog Interaktif ini dipandu oleh Presenter Harun Alrosid.

Pekanbaru (Kemenag)- Radio Republik Indonesia Pro Empat Pekanbaru menyiarkan Dialog Interaktif bersama narasumber Penyuluh Agama Islam, Ustadz Muhammad Yamin Nasution, Jum’at pagi (20/09/2024).

Dialog Interaktif ini dipandu oleh Presenter Harun Alrosid. Dengan mengangkat Topik “ Meneladani Kepemimpinan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam”.

Topik ini sangat relevan untuk didiskusikan, mengingat kalender Hijrahnya berada di bulan Rabi’ul Awal 1446 H. Kita tahu bahwa bulan Rabi’ul Awwal tersebut dikenal dengan bulan kelahiran Rasulullah. Rasulullah lahir pada tanggan 12 Rabiul Awwal tahun Gajah.

Dilihat dari kalender Masehi, dimana saat ini bangsa Indonesia sedang disibukkan dengan urusan Politik yaitu Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Serentak. Oleh sebab itu Bagaimana Sikap Kita Dalam Memilih Pemimpin, Siapa yang harus dipilih ?  

Melalui penyampaian yang disampaikan oleh Muhammad Yamin dan Dialog Interaktif  diharapkan persoalan Memilih Pemimpin akan dapat dituntaskan.

Ada beberapa keriteria yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin : Pertama Ia bertaqwa Kepada Allah. Kedua Memberi rasa aman sebagaimana ketika terjadi peristiwa fathul Mekkah. Ketiga: Memberi makan (tidak membiarkan umatnya kelaparan),  Keempat: Memiliki Sifat Sifat: Siddiq yaitu benar,  Amanah yaitu dapat dipercaya, Fathonah yaitu cerdas, Tabligh yaitu menyampaikan. Terang Yamin.

Menanggapi pertanyaan langsung dari pendengar, terkait bagaimana sikaf kita jika ada ulama yang mengajak untuk memilih pada salah satu calon ? 

Yamin dengan tegas menjawab” Jika kita yaqin dengan dengan pilihannya maka kita boleh mengikutinya”.

Bagaimana jika ada dua ulama atau lebih yang mendorong untuk memilih pada calon pemimpin yang berberda ? Lagi lagi Muhammad Yamin menegaskan hal tersebut adalah hak demokrasi.

"Kita bebas menentukan, mana yang terbaik yang harus kita pilih, beda pilihan hal yang biasa, yang penting kita tetap junjung ukhwah (rasa persatuan) kita," terangnya. (idris)*