0 menit baca 0 %

PAI Pekanbaru Lakukan Pembinaan Majlis Taklim Masjid Nurul Yaqin

Ringkasan: Pekanbaru (Kemenag)- Penyuluh Agama Islam (PAI) Kota Pekanbaru, Ana Riana dan Harmudianto melakukan pembinaan   pada Majlis Taklim  Masjid Nurul Yaqin.Jln Bakti  Kelurahan Bandarraya  Kecamatan Payung Sekaki. Kamis (19/09/2024). Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Ana Riana via WhatsApp...

Pekanbaru (Kemenag)- Penyuluh Agama Islam (PAI) Kota Pekanbaru, Ana Riana dan Harmudianto melakukan pembinaan   pada Majlis Taklim  Masjid Nurul Yaqin.Jln Bakti  Kelurahan Bandarraya  Kecamatan Payung Sekaki. Kamis (19/09/2024).

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Ana Riana via WhatsApps bahwasanya kegiatan pembinaan di Majelis Taklim Masjid Nurul Yaqin telah berlangsung sejak lama. Kegiatan pembinaan ini dilakukan setiap minggu sekali tepatnya setap hari Kamis.

Adapun materi yang disampai oleh Penyuluh Agama Islam pada hari ini di masjid Nurul Yaqin adalah "Tahsin Al-Qur'an. Mulai dari surah Al-Baqarah ayat 256-257”.

Tahsin Al-Qur'an adalah metode untuk memperbaiki cara membaca Al-Qur'an agar lebih baik sesuai dengan tajwid dan makrojnya. Kita tahu al-Qur’an merupakan firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perentaraan malaikat Jibril. Al-Qur’an terdiri dari 30 Juz, 114 Surat dan 6.666 ayat. Membacanya adalah merupakan ibadah.

Seperti halnya ibadah pada umumnya, kita harus selalu memperbaiki ibadah kita. Karena Nabi Muhammad selalu memperingatkan atau memperbaiki ibadah umatnya. Misalnya masalah wudhu, ia suruh orang yang berwudhu tersebut menyempurnakan wudhunya.

Hal yang sama juga berlaku pada membaca al-Qur’an. Kita harus memperbaiki dan menyempurnakan bacaan al-Qur’an kita. Jika bacaan ayat al-Qur’an yang kita baca tidak sesuai kaedah tajwid maka dikhawatirnya akan merusak arti dan makna ayat tersebut. Seharusnya kita memperoleh pahala membaca Al-Qur’an, tetapi tidak dapat karena ada kesalahan yang kita lakukan.Seperti hanya sudah menjalankan libadah puasa harapannya mendapat pahala, tapi karena puasa yang dilaksanakan tidak sesuai ketentuan, yang dapat hanya lapar dan dahaga saja.

"Mudah-mudahan dengan keseriusan majelis taklim dalam mengikuti kegitan tahsin Al-Qur’an akan dapat membantu mendulang pahala ibadah membaca al-Qur’an, Aamiin," harapnya. (Idris)*