Indragiri Hulu, (Inmas). Salah satu program prioritas Kementerian Agama yaitu revolusi mental dan pembinaan ideologi Pancasila serta penguatan moderasi beragama melalui Penyuluh Agama Islam (PAI).
Peran PAI sangat kompleks, mengingat berbagai hal membutuhkan pendekatan dalam perspektif agama, tidak terkecuali dalam usaha mencegah munculnya radikalisme dan mencegah meluasnya pengaruh aliran sesat pada kalangan masyarakat. Usaha deradikalisasi umat telah dilaksanakan oleh PAI melalui berbagai hal seperti pembuatan materi dan naskah khutbah Jumat, seminar dan bedah buku tentang radikalisme, dialog moderasi beragama dengan para tokoh agama, pembinaan bagi remaja Islam masjid dan majelis taklim, kerjasama lintas sektoral seperti dengan MUI, hingga peningkatan pengawasan ulama dan pihak terkait terhadap perkembangan pemahaman agama yang berkembang di masyarakat.
Upaya deradikalisasi pada kalangan masyarakat tentu harus berbanding lurus dengan upaya deradikalisasi dari dalam diri PAI. Faktanya, masih ditemukan Penyuluh Agama Islam yang menyebarkan narasi menolak kebijakan pemerintah.
Kementerian Agama dalam hal ini Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam sebagai institusi pembina PAI memandang penting pelaksanaan upaya deradikalisasi bagi PAI, di mana PAI merupakan corong terdepan Kementerian Agama menjadi cerminan kinerja Kementerian Agama. Salah satu upaya yang dapat dilaksanakan yaitu melalui pelaksanaan pemetaan wawasan kebangsaan dan pemahaman keagamaan bagi Penyuluh Agama Islam. Selanjutnya di terbitkan Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 524 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemetaan Penyuluh Agama Islam tentang Wawasan Kebangsaan dan Pemahaman Kegamaan.
Sebanyak 5 orang PAI PNS dan 114 orang PAI Non PNS Kankemenag Kab. Inhu telah mengikuti kegiatan tersebut yang dilaksanakan oleh Tim Enumerator Provinsi Riau. Enumerator adalah petugas lapangan yang membantu tugas tim pemetaan dalam pengumpulan data.
Pelaksanaan pemetaan meliputi dua spek, yaitu Uji KompetensiTertulis berbasis online yang bertujuan untuk menilai berbagai aspek komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi lokal, dan Tes Wawancara bagi mereka yang memiliki nilai rendah/kategori tidak baik pada pelaksanaan tes tulis secara langsung, merupakan percakapan yang menggunakan metode tertentu/in-depth interview dengan tujuan untuk menilai pemahaman komitmen, pemahaman kebangsaan, moderasi beragama, kepribadian dan kedisiplinan, pemahaman tugas dan praktek penyuluhan.(tulang)
PAI PNS & NON PNS KEMENAG INHU MENGIKUTI KEGIATAN WAWASAN KEBANGSAAN DAN PEMAHAMAN KEAGAMAAN
Ringkasan:
Indragiri Hulu, (Inmas). Salah satu program prioritas Kementerian Agama yaitu revolusi mental dan pembinaan ideologi Pancasila serta penguatan moderasi beragama melalui Penyuluh Agama Islam (PAI).Peran PAI sangat kompleks, mengingat berbagai hal membutuhkan pendekatan dalam perspektif agama, tidak t...