0 menit baca 0 %

PAI Singingi Hilir Bahas Tauhid Bersama Emak-Emak Desa

Ringkasan: Kamenag (Kuansing)Singingi Hilir, 4 Agustus 2025 Dalam upaya meningkatkan pemahaman keagamaan di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Singingi Hilir, Apris Siaminingsi, S.Pd.I, kembali aktif turun ke lapangan membina umat melalui kegiatan Kajian Majelis Taklim.Kegiatan ini dilaksa...

Kamenag (Kuansing)Singingi Hilir, 4 Agustus 2025 — Dalam upaya meningkatkan pemahaman keagamaan di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Singingi Hilir, Apris Siaminingsi, S.Pd.I, kembali aktif turun ke lapangan membina umat melalui kegiatan Kajian Majelis Taklim.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin siang, 4 Agustus 2025, mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai, bertempat di rumah kediaman Ibu Wartini, Desa Beringin Jaya. Kajian kali ini diikuti oleh kelompok emak-emak Majelis Taklim dari desa setempat.

Dalam kajiannya, Apris Siaminingsi membahas tema penting seputar “Menjaga Tauhid”, lengkap dengan penjabaran isi dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan secara komunikatif, penuh semangat, dan mudah dipahami oleh para jemaah.

Para jemaah tampak antusias dan serius menyimak penjelasan yang disampaikan. Di akhir sesi, kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, yang berlangsung interaktif dan penuh keakraban.

 “Kami sangat bersyukur ada kajian agama seperti ini di tingkat desa. Ilmu agama bisa kami pelajari langsung, tanpa harus jauh-jauh ke kota,” ujar salah satu jemaah dengan penuh semangat.

Kepala KUA Singingi Hilir, Zulfikar Ali, S.Ag, memberikan apresiasi atas upaya nyata Apris Siaminingsi dalam membina masyarakat desa, khususnya kaum ibu.

 “Kami mendukung penuh kegiatan majelis taklim tingkat desa, RW, hingga RT. Ini adalah sarana penting menyampaikan nilai-nilai agama, memperkuat iman, dan memberi keteladanan bagi masyarakat. Harapan kami, kegiatan seperti ini terus dilanjutkan dan diperluas jangkauannya,” ujar Zulfikar.

Kegiatan pembinaan keagamaan melalui majelis taklim diharapkan dapat terus berlangsung secara rutin dan menjangkau lebih banyak kalangan, khususnya di wilayah pedesaan. Melalui pendekatan langsung dan personal oleh para PAI, masyarakat diharapkan semakin terbina secara spiritual dan mampu menjadi bagian dari masyarakat yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.(MB)