0 menit baca 0 %

PAI Singingi Hilir Sampaikan Pesan Mulia: Memuliakan Tetangga di Wirid Mingguan Beringin Jaya"

Ringkasan: Kemenag (Kuansing)Singingi Hilir, 21 Agustus 2025 Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singingi Hilir melalui Penyuluh Agama Islam (PAI) , Ibu Apris Siaminingsi, kembali aktif turun ke lapangan dalam rangka membina masyarakat, khususnya kaum ibu melalui kegiatan keagamaan di tingkat desa.

Kemenag (Kuansing)Singingi Hilir, 21 Agustus 2025 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singingi Hilir melalui Penyuluh Agama Islam (PAI) , Ibu Apris Siaminingsi, kembali aktif turun ke lapangan dalam rangka membina masyarakat, khususnya kaum ibu melalui kegiatan keagamaan di tingkat desa. Kali ini, kegiatan wirid mingguan dilaksanakan di kediaman Ibu Ida, salah satu tokoh masyarakat di Desa Beringin Jaya.

Acara yang dimulai pada Kamis siang pukul 14.00 WIB ini berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan antusiasme. Puluhan ibu-ibu dari berbagai dusun di Desa Beringin Jaya berkumpul dengan semangat untuk mengikuti tausiyah dan memperdalam pemahaman agama mereka, khususnya tentang pentingnya menjaga hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan tema “Tentang Memuliakan Tetangga”, Ibu Apris Siaminingsi menyampaikan ceramah yang menggugah hati. Dalam penyampaiannya, beliau mengangkat nilai-nilai Islam yang mengajarkan pentingnya menghormati, membantu, dan menjaga silaturahmi dengan tetangga sebagai bagian dari keimanan.


> "Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidak beriman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai tetangganya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.’ Ini adalah prinsip dasar dalam membangun masyarakat yang harmonis," ujar Bu Apris dalam ceramahnya.

Beliau juga menekankan bahwa memuliakan tetangga bukan sekadar bersikap ramah, tetapi mencakup kepedulian sosial, saling menolong, tidak menyakiti, serta menjaga privasi dan kehormatan mereka. Para peserta yang hadir tampak larut dalam suasana kehangatan spiritual dan kebersamaan, bahkan banyak yang mencatat poin-poin penting ceramah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Harapan ke Depan untuk KUA Singingi Hilir:


Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap agar KUA Kecamatan Singingi Hilir terus meningkatkan intensitas pembinaan langsung ke masyarakat, terutama dalam kegiatan keagamaan yang menyentuh langsung kehidupan warga. Warga desa menyambut baik pendekatan yang humanis dan mendalam dari para penyuluh agama seperti Ibu Apris. Mereka berharap KUA tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tingkat akar rumput.

Harapan dari PAI Singingi Hilir, Apris Siaminingsi:

Ibu Apris menyampaikan harapannya agar kegiatan wirid mingguan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi menjadi ruang belajar yang hidup dan aplikatif. Ia juga mengharapkan adanya dukungan berkelanjutan dari semua pihak, termasuk KUA dan pemerintah desa, untuk memperluas jangkauan penyuluhan agama ke lebih banyak desa dan kelompok masyarakat lainnya.


> "Kami ingin menjadikan kegiatan seperti ini sebagai wadah pembinaan karakter umat secara menyeluruh, bukan hanya secara ritual, tetapi juga sosial dan moral," ujarnya dengan penuh semangat.

Harapan dari Masyarakat Ibu-Ibu Peserta Wirid Mingguan:

Para ibu yang hadir merasa sangat bersyukur dan termotivasi dengan ceramah yang disampaikan. Mereka mengaku kegiatan seperti ini memberikan pencerahan serta menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

 "Kami ingin kegiatan ini rutin dilakukan, karena kami merasa lebih dekat dengan agama dan semakin paham bagaimana mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Ibu Sumarni, salah satu peserta wirid.

Mereka juga berharap penyuluhan seperti ini bisa dilakukan secara bergiliran di rumah-rumah warga lainnya agar seluruh lapisan masyarakat bisa turut serta merasakan manfaatnya.

Kegiatan wirid mingguan di Desa Beringin Jaya menjadi bukti nyata bagaimana peran aktif PAI dan KUA dalam membina umat sangat dibutuhkan di tengah masyarakat. Semoga sinergi antara masyarakat, PAI, dan KUA Kecamatan Singingi Hilir terus terjaga dan memberikan dampak positif dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.(MB)