0 menit baca 0 %

PAI Takziah, Sejukkan Hati Keluarga Duka

Ringkasan: Kuantan Singingi Jumat Malam, 22 Agustus 2025Dalam rangka menjalankan tugas kemanusiaan dan keagamaan di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Singingi Hilir, Mahyu Budiman, melaksanakan takziah ke rumah salah satu warga yang tengah berduka di Desa Koto Baru, tepatnya di kediaman y...

Kuantan Singingi – Jumat Malam, 22 Agustus 2025Dalam rangka menjalankan tugas kemanusiaan dan keagamaan di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Singingi Hilir, Mahyu Budiman, melaksanakan takziah ke rumah salah satu warga yang tengah berduka di Desa Koto Baru, tepatnya di kediaman yang berlokasi di belakang Masjid Besar Istiqomah.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat malam, 22 Agustus 2025, pukul 20.00 WIB hingga selesai, usai pelaksanaan shalat Isya berjemaah di masjid setempat. Kehadiran Mahyu Budiman tidak hanya sebagai perwakilan PAI, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan spiritual bagi keluarga yang ditinggalkan.


Dalam suasana haru dan khidmat, warga berkumpul untuk membaca Surat Yasin secara berjemaah. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama yang ditujukan untuk almarhum agar diberikan ampunan, diterima amal ibadahnya, serta ditempatkan di sisi terbaik di sisi Allah SWT.

 “Kita hadir malam ini bukan hanya untuk mendoakan almarhum, tapi juga untuk menguatkan keluarga yang sedang dalam suasana duka. Mudah-mudahan bacaan Yasin dan doa kita menjadi penyejuk dan penghibur hati,” ucap Mahyu Budiman.

Sebagai garda depan dalam penguatan nilai-nilai keislaman, PAI Kecamatan Singingi Hilir berharap agar kegiatan seperti ini menjadi kebiasaan baik yang terus dijaga oleh masyarakat.

 “Kami para PAI siap hadir kapan saja untuk umat, tidak hanya dalam suasana bahagia, tetapi juga di tengah duka. Semoga keberadaan kami memberi manfaat spiritual dan sosial bagi masyarakat,” tutur Mahyu.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam setiap musibah selalu ada hikmah, dan bahwa doa serta kebersamaan adalah kekuatan terbesar untuk bangkit dari kesedihan.


Keluarga  yang  berbelasungkawa mengungkapkan terima kasih atas kehadiran Mahyu Budiman yang menyempatkan diri hadir di tengah padatnya tugas sebagai penyuluh agama. Bagi masyarakat, kehadiran tokoh agama saat masa berkabung sangat berarti.

 “Kami merasa diperhatikan, tidak sendiri. Terima kasih kepada Mahyu yang hadir beserta jemaah lain. Ini sangat berarti bagi kami semua,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Masyarakat berharap agar kegiatan seperti ini terus dilestarikan dan diperkuat sebagai bentuk nyata dari dakwah bil hal—yakni dakwah yang hadir langsung di tengah-tengah kehidupan umat.

Pihak keluarga almarhum yang sedang berduka pun menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran para tetangga dan juga perwakilan dari KUA Singingi Hilir.

 “Kami sangat terharu dan bersyukur, karena di tengah kesedihan ini kami dikuatkan oleh doa dan kebersamaan warga. Kehadiran Ustadz Mahyu mewakili keluarga besar Kemenag memberi kami rasa tenang,” ungkap salah satu anggota keluarga.

Mereka berharap agar almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dalam menghadapi ujian ini.

Kehadiran Penyuluh Agama Islam dalam suasana duka adalah bagian dari tugas moral dan spiritual yang tak hanya mendidik, tetapi juga menyentuh hati. Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa agama hadir dalam setiap fase kehidupan umat, dari lahir hingga akhir hayat.

KUA Kecamatan Singingi Hilir, melalui para PAI-nya, terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, kapan pun dibutuhkan—baik dalam suka maupun duka.(MB)