0 menit baca 0 %

PAI Tembilahan Dampingi Pj Bupati Inhil Tinjau Lokasi Pengadaan Rumah Singgah dari Baznas

Ringkasan: Tembilahan (Kemenag) Koordinator Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kec. Tembilahan, Junaidi mendampingi Penjabat (Pj) Bupati Indragiri Hilir, H Erisman Yahya, melakukan peninjauan lokasi rencana pengadaan Rumah Singgah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Indragiri Hilir di Pekanbaru, Sabtu (21...

Tembilahan (Kemenag) – Koordinator Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kec. Tembilahan, Junaidi mendampingi Penjabat (Pj) Bupati Indragiri Hilir, H Erisman Yahya, melakukan peninjauan lokasi rencana pengadaan Rumah Singgah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Indragiri Hilir di Pekanbaru, Sabtu (21/09/2024). 

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan perencanaan pengadaan rumah singgah Baznas Inhil, yang diharapkan dapat memberikan dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dalam survei tersebut, H Erisman Yahya didampingi oleh semua pimpinan Baznas Kabupaten Indragiri Hilir. Dalam kesempatan ini, ia menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif rencana pengadaan rumah singgah. 

“Saya sangat mengapresiasi perencanaan pengadaan rumah singgah Baznas. Rumah singgah ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir, terutama dalam memberikan keringanan dan kemudahan bagi pasien dan pendamping pasien yang tidak memiliki keluarga atau tempat tinggal di Pekanbaru,” ujarnya.

Menurut H Erisman, keberadaan rumah singgah akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit, serta keluarga yang mendampingi. 

“Kami berharap dengan adanya fasilitas ini, pasien dan pendampingnya tidak perlu khawatir mencari tempat tinggal sementara, sehingga mereka dapat fokus pada proses penyembuhan,” tambahnya.

Dalam hal ini, PAI Junaidi mengatakan mengenai kebutuhan mendesak akan rumah singgah ini. Berdasarkan penelusuran dari rumah sakit di Tembilahan, dijelaskan bahwa setiap harinya terdapat minimal dua pasien yang dirujuk ke Pekanbaru. 

“Jika ditotalkan selama 30 hari, jumlahnya sangat banyak. Banyak pasien dan keluarga yang tidak memiliki tempat penginapan di Pekanbaru, sehingga rumah singgah ini sangat dibutuhkan,” jelasnya.  (Ria)