0 menit baca 0 %

PAIF KUA Sungai Mandau Al- Ustaz Sariman,S.Sos.I berikan tausiah dalam Perayaan Hari Raya Puasa Enam di Kampung Muara Bungkal

Ringkasan: Siak (Inmas) Salah satu pilar dalam moderasi beragama adalah menjaga kearifan lokal. Masing-masing daerah biasanya memiliki adat atau tradisi yang dilakukan secara turun temurun. Salah satu bentuk kearifan lokal yang ada di Kampung Muara Bungkal adalah merayakan Hari Raya Puasa 6 dibulan Syawwal.

Siak (Inmas) Salah satu pilar dalam moderasi beragama adalah menjaga kearifan lokal. Masing-masing daerah biasanya memiliki adat atau tradisi yang dilakukan secara turun temurun. Salah satu bentuk kearifan lokal yang ada di Kampung Muara Bungkal adalah merayakan Hari Raya Puasa 6 dibulan Syawwal. Kebiasaan yang sudah menjadi tradisi turun temurun dikampung Muara Bungkal Kecamatan Sungai Mandau setelah satu atau dua hari raya idul Fitri diikuti dengan melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal yang lebih dikenal oleh masyarakat dengan puasa enam. Puasa yang hukumnya sunnah tersebut dilaksanakan selama enam hari berturut-turut atau tidak berurut dan pada hari ketujuhnya dilaksanakan perayaan secara bersama dengan makan ketupat dan lepat yang merupakan hidangan khas kampung Muara Bungkal.

Dalam kesempatan itu PAIF Sungai Mandau Sariman, S.Sos.I diamanahi untuk memberikan ceramah agama pada Sungai Kamis (02/05/24). Dalam ceramahnya Ustadz Sariman menyampaikan bahwa puasa 6 ini hukumnya sunnah akan tetapi memiliki  fadhilah yang luar biasa. Fadhilah puasa 6 sebagaimana yang di sampaikan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam haditsnya yang artinya "Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa 6 hari di bulan Syawwal maka dia seperti berpuasa setahun penuh."

Dalam kesempatan itu Sariman juga mengajak agar setelah Ramadhan berakhir, ibadah kita jangan ikut berakhir. Hendaknya mari kita ramaikan kembali masjid kampung ini sebagaimana ramainya masjid ketika Ramadhan. " (srm)