Siak (Inmas) Salah satu pilar
dalam moderasi beragama adalah menjaga kearifan lokal. Masing-masing daerah
biasanya memiliki adat atau tradisi yang dilakukan secara turun temurun. Salah
satu bentuk kearifan lokal yang ada di Kampung Muara Bungkal adalah merayakan
Hari Raya Puasa 6 dibulan Syawwal. Kebiasaan yang sudah menjadi tradisi turun
temurun dikampung Muara Bungkal Kecamatan Sungai Mandau setelah satu atau dua
hari raya idul Fitri diikuti dengan melaksanakan puasa enam hari di bulan
Syawal yang lebih dikenal oleh masyarakat dengan puasa enam. Puasa yang
hukumnya sunnah tersebut dilaksanakan selama enam hari berturut-turut atau
tidak berurut dan pada hari ketujuhnya dilaksanakan perayaan secara bersama
dengan makan ketupat dan lepat yang merupakan hidangan khas kampung Muara
Bungkal.
Dalam kesempatan itu PAIF Sungai
Mandau Sariman, S.Sos.I diamanahi untuk memberikan ceramah agama pada Sungai
Kamis (02/05/24). Dalam ceramahnya Ustadz Sariman menyampaikan bahwa puasa 6
ini hukumnya sunnah akan tetapi memilikiÂ
fadhilah yang luar biasa. Fadhilah puasa 6 sebagaimana yang di sampaikan
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam haditsnya yang artinya "Barang
siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa 6 hari di bulan
Syawwal maka dia seperti berpuasa setahun penuh."
Dalam kesempatan itu Sariman juga
mengajak agar setelah Ramadhan berakhir, ibadah kita jangan ikut berakhir.
Hendaknya mari kita ramaikan kembali masjid kampung ini sebagaimana ramainya
masjid ketika Ramadhan. " (srm)