Rupat Utara (Kemenag) – Kepala Kantor
Urusan Agama (Kua) Kecamatan Rupat Utara, H. Dasrif Wahyudi, memimpin doa acara
Budaya Mandi Safar Tahun 2024. Festival Budaya Mandi Safar ini secara resmi
dibuka oleh Wakil Bupati, H. Bagus Santoso, Rabu, (04/09/2024) di Pantai Lapin
Desa Tanjung Punak Kecamatan Rupat Utara.
Festival Budaya Mandi Safar merupakan agenda rutin tahuan yang
dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda
dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis bekerja sama dengan Camat
Rupat Utara.
H. Dasrif Wahyudi dalam doanya memohon kepada Allah SWT agar diturunkan
keberkahan atas serangkaian acara yang dilaksanakan, juga meminta agar
dijauhkan dari marabahaya.
“Ya Allah Zat Yang Maha
Pemberi, Berikanlah keberkahan kepada negeri kami, hindarkanlah negeri kami
dari segala macam bencana, marabahaya dan juga malapetaka. Berikan juga lah ya Allah ketentraman dan
kedamaian kepada penduduk negeri ini agar kami dapat mengabdikan diri dan
mentaati perintah Mu.
Ya Allah Ya Tuhan Kami, Anugerahilah
kepada kami pemimpin yang arif lagi bijaksana, Pemimpin yang akan mewujudkan negeri
Bermarwah, Maju dan Sejahtera (Bermasa),
Baldatun Tayyibatun Warabbun Ghafur".
Sementara itu dalam sambutannya, Wabup Bagus Santoso mengajak Kepada
pihak-pihak terkait agar membenahi dan melestarikan serta memanfaatkan segala
potensi yang ada di desanya melalui keunikan dan keunggulan seperti peninggalan
sejarah, keanekaragaman adat-istiadat dan budaya, kuliner serta adanya dukungan
keindahan panorama alam, pantai, hutan maupun mangrove.
"Kami mengajak desa-desa yang ada di Pulau Rupat untuk membenahi
dan melestarikan serta memanfaatkan potensi wisata yang ada di desanya melalui
keunikan dan keunggulan yang dapat dikembangkan, agar kedepannya akan
semakin banyak pengunjung dan otomatis mengangkat perekonomian masyarakat
lokal," ajak Bagus Santoso.
Wabup juga mengapresiasi kepada tokoh masyarakat di Rupat Utara yang
memiliki komitmen kuat untuk terus melestarikan budaya mandi safar hingga saat
ini.
"Wujud nyata kepedulian kami untuk melestarikan dan mengembangkan
nilai-nilai budaya lokal, kegiatan ritual ini telah kami masukkan kedalam
agenda tahunan", ungkapnya.
Wabup juga mengatakan melalui Festival Budaya Mandi Safar ini,
diharapkan kita dapat menumbuhkan kembali semangat untuk melestarikan dan
mengembangkan nilai-nilai budaya lokal terutama bagi generasi muda kita saat
ini.
"Harapan kami, terutama generasi muda untuk senantiasa menggali
nilai-nilai budaya lokal yang telah hidup, tumbuh dan berkembang saat ini, agar
tidak luntur dan sirna ditelan zaman," harap Wabup Bengkalis.
Sementara itu Kadis Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga Kabupaten
Bengkalis, Edi Sakura mengatakan tujuan diadakan festival ini adalah untuk
menjaga nilai budaya, mempromosikan dan mengangkat potensi wisata yang ada di
Kecamatan Rupat Utara.
"Tujuan diadakan festival mandi safar adalah untuk mempromosikan
dan mengangkat potensi Wisata dan menjaga nilai budaya," ucap Edi.
Acara ini dilanjutkan dengan prosesi mandi safar, dalam hal ini Wabup
Bagus Santoso mengguyurkan atau memandikan air yang berasal dari sumur yang
sudah disediakan ke sekujur tubuh beberapa anak-anak Pulau Rupat dengan
menggunakan gayung yang terbuat dari tempurung kelapa sebagai simbolis budaya
mandi safar.
Hadir dalam festival ini, Kadis Parbudpora Edi Sakura, Kapolres
Bengkalis AKBP Setyo Bimo Anggoro, Perwakilan Forkopimda Bengkalis, Perwakilan
Dandim 0303 Bengkalis Lettu Inf Budiamsyah Saragih, perwakilan TNI-AL
Azhar, Kapolsek Rupat Utara AKP Cecep Sujapar, Kapolsek Rupat Iptu Zulkarnain.
Chan, Camat Rupat Utara Aulia Fikri, Sekcam Rupat Hazri, Sekcam Rupat Utara
Gauk Rizal, Tim Penggerak PKK kecamatan Rupat Utara, sejumlah Kades
se-Kecamatan Rupat Utara, LAMR Kecamatan Rupat Utara, RT, RW dan Tokoh
Masyarakat serta Masyarakat yang hadir.