0 menit baca 0 %

Pantai Selatbaru, Titik Hilal Awal Dzulhijjah 1445 H Prov. Riau

Ringkasan: Pekanbaru (Kemenag) - Kementerian Agama menggelar Sidang Itsbat penentuan awal Dzulhijjah 1445 H. Sidang Itsbat diawali dengan pemantauan hilal (rukyatul hilal) di 114 titik lokasi tersebar di Indonesia. Provinsi Riau, titik Rukyatul Hilal dilaksanakan di Pantai Selatbaru Bengkalis."Pelaksanaan pema...

Pekanbaru (Kemenag) - Kementerian Agama menggelar Sidang Itsbat penentuan awal Dzulhijjah 1445 H. Sidang Itsbat diawali dengan pemantauan hilal (rukyatul hilal) di 114 titik lokasi tersebar di Indonesia. Provinsi Riau, titik Rukyatul Hilal dilaksanakan di Pantai Selatbaru Bengkalis.

"Pelaksanaan pemantauan hilal dilakukan di 114 titik lokasi di seluruh Indonesia. Pelaksanaan tersebut dilakukan Kanwil Kementerian Agama dan Kemenag Kabupaten/Kota, bekerja sama dengan Pengadilan Agama dan Ormas Islam, serta instansi lain setempat, untuk Provinsi Riau pemantauan hilal dilaksanakan di Pantai Selatbaru Bengkalis pada tanggal 29 Dzulkaidah 1445 H". Tutur Pelaksana Tugas (Plt) kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Selasa (4/6/24).

Muliardi mengatakan  saat hari rukyat, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia di atas ufuk berkisar antara 7? 15.82 ? (tujuh derajat lima belas koma delapan puluh dua menit) sampai dengan 10? 41.09 ? (sepuluh derajat empat puluh satu koma sembilan menit) dan sudut elongasi 11? 34.83 ? (sebelas derajat tiga puluh empat koma delapan puluh tiga menit) hingga 13? 14.47 ?(tiga belas derajat empat belas koma empat puluh tujuh menit).

“hasil pemantauan hilal akan dimusyawarahkan dalam Sidang Isbat awal Zulhijah 1445. Sidang Isbat merupakan wujud kebersamaan Kemenag dengan Ormas Islam dan instansi terkait dalam mengambil keputusan, yang hasilnya diharapkan dapat dilaksanakan bersama”.

Sidang Isbat awal Zulhijah 1445 H akan digelar di Auditorium HM. Rasjidi, Kantor Kemenag, Thamrin, Jakarta, dan dihadiri sejumlah Duta Besar Negara-negara Sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).