0 menit baca 0 %

Pantang Surut, Maju Terus berantas Buta aksara Qur'an

Ringkasan: Kuansing (Kemenag)Jum'at pagi 08 Agustus 2025 di sebuah ruang Mushalla sederhana MTsN 3 Inuman yang dipenuhi cahaya dari jendela, tampak deretan santri putra dan putri duduk melingkar bersama seorang Penyuluh Agama dengan mengenakan busana muslim rapi, para santri khusyuk memegang mushaf Al-Qur an,...

Kuansing (Kemenag)Jum'at pagi 08 Agustus 2025 di sebuah ruang Mushalla sederhana MTsN 3 Inuman yang dipenuhi cahaya dari jendela, tampak deretan santri putra dan putri duduk melingkar bersama seorang Penyuluh Agama dengan mengenakan busana muslim rapi, para santri khusyuk memegang mushaf Al-Qur’an, mengikuti bimbingan bacaan dari sang pengajar.

Suasana belajar berlangsung penuh kekhidmatan. Setiap ayat dilafalkan dengan seksama, disertai koreksi dan arahan lembut dari ustaz agar tajwid dan makhraj huruf dibaca dengan benar. Meski duduk di lantai tanpa alas, semangat para santri tak surut sedikit pun.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa mengajarkan Al-Qur’an bukan sekadar rutinitas, melainkan ibadah yang menumbuhkan kecintaan terhadap kitab suci. Ustaz dan santri saling melengkapi yang satu membimbing dengan ikhlas, yang lain belajar dengan tekun.

"Dengan semangat seperti ini, harapan besar tumbuh bahwa generasi Qur’ani akan terus lahir, membawa cahaya ilmu dan akhlak mulia untuk masa depan umat".Ucap Satriadi Notra Penyuluh Agama Islam (EF)