0 menit baca 0 %

Pantau Langsung Pemberangkatan Jemaah Menuju Arafah, Muliardi Ingatkan Pesan Menteri Agama

Ringkasan: Makkah (Kemenag) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau H. Muliardi melakukan Monitoring dan Evaluasi serta meninjau proses pemberangkatan Jemaah haji menuju Arafah, muzdalifah dan mina, Rabu (4/6/25). Mengambil lokasi di Hotel 105, 106, dan 107 serta 108 Sektor 1 Makkah, Ka.

Makkah (Kemenag) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau H. Muliardi melakukan Monitoring dan Evaluasi serta meninjau proses pemberangkatan Jemaah haji menuju Arafah, muzdalifah dan mina, Rabu (4/6/25). Mengambil lokasi di Hotel 105, 106, dan 107 serta 108 Sektor 1 Makkah, Ka. Kanwil tampak mengarahkan beberapa Jemaah untuk memasuki Bus menuju arafah dan memberi motivasi ibadah yang akan dilakukan nantinya di arafah.

“Hari ini kita melakukan monitoring dan evaluasi proses pemberangkatan Jemaah haji menuju Arafah, Muzdalifah dan Mina.

Lebih lanjut Muliardi mengingatkan Jemaah haji, sebagaimana pesan Menteri Agama Nasaruddin Umar, bahwa pada saat wukuf untuk mematuhi larangan ihram dan memperbanyak amalan – amalan penting.

“Sebagaimana disampaikan Menteri Agama agar jemaah haji mengingat hal-hal yang perlu dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan pada saat kita melakukan wukuf di Arafah. Pertama untuk laki – laki jangan melakukan pelanggaran karena itu berakibat dengan dam atau denda. Misalnya, jangan sampai pakai peci karena kepanasan, itu termasuk pelanggaran dan harus bayar dam, karena nggak boleh menutupi kepala. Kemudian untuk perempuan, jangan menyisir, kalau rambutnya jatuh, akan membatalkan ihram dan bayar denda”.

Lebih lanjut Muliardi juga mengingatkan larangan lainnya yang harus diindahkan Jemaah jangan mencabut rambut, mematahkan ranting pohon, membunuh nyamuk, dan lainnya, hal tersebut tidak dibolehkan selama berihram.

"Berbalas WA dengan menegatifkan orang, itu juga merusak haji. Jangan ghibah, berucap kotor, mengucapkan kata-kata buruk. Yang harus lakukan jemaah selama wukuf yaitu perbanyak berdoa. Doa kita Insya Allah tidak ditolak Allah SWT, kalau doa itu kita panjatkan di Padang Arafah. Kalau sudah selesai doanya, baca Al-Quran. Berdoa jangan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk keluarga, doakan juga bangsa dan negara kita supaya menjadi bangsa yang stabil, yang terus berkembang, kompetitif, dan Insya Allah mengharumkan bangsa juga di sini”.

Sebagaimana laporan beberapa Ketua Kloter, jamaah sudah masuki bus sesuai jadwal ditetapkan maktab/ syarikah dan petugas menyisiri setiap sisi hotel untuk memastikan Jemaahnya telah diberangkatkan menuju Arafah.