Kampar (Humas) - Hari ini Selasa (14/05/2024) bertempat di ruangannya, Kepala Seksi Bimbingan Islam H. Maswir, MA mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kab.Kampar melakukan wawancara dengan utusan dari Poltekes Pekanbaru perihal prestasi Kabupaten Kampar yang telah menerima Peringkat Pertama Penurunan Stunting se-Provinsi Riau, dengan angka prevalensi 7,6%.
"Khusus dari Kemenag Kampar, upaya penurunan stunting ditekankan dari hulu dengan program Bimbingan Perkawinan (BIMWIN). Dipastikan sebelum menikah para Calon Pengantin (Catin) sudah mengikuti Bimwin. Materi Bimwin mesti memuatkan materi kesehatan selama 120 menit (Kesehatan Gizi, Kesehatan Reproduksi, dan Pencegahan Stunting) lalu ada materi Keluarga Sakinah selama 120 menit, Materi Mempersiapkan Generasi yang Berkualitas selama 90 menit, dan Praktek Ibadah selama 90 menit" ungkap Maswir.
Upaya percepatan penurunan stunting di Kab.Kampar, semua pihak telah ikut ambil peran. Seperti Pemerintah, Ulama, Adat, dan NGO. Lebih kurang 5000 pasang Catin yang menikah dalam setahun hanya 24 %Â Catin yg bisa mendapat program Binwin gratis dari dana DIPA Kemenag. 76 %Â Catin lagi harus Bimwin mandiri dengan lembaga independen yg melaksanakan Bimwin.
Semua persiapan dan bimbingan perkawinan terdeteksi di Aplikasi Elsimil, karena Penghulu/Kepala KUA akan memastikan sebelum selesai pemeriksaan persyaratan pernikahan, catin harus mendownload Aplikasi Elsimil. Kemudian seftifikat Elsimil bisa dicetak, dan dilampirkan di berkas persyaratan nikah.
Upaya lainnya yang juga diusahakan oleh Kantor Kemenag Kampar yaitu telah dilakukannya kerjasama atau MoU dengan DPPKBP3A, dan Dinas Kesehatan Kab.Kampar untuk pemeriksaan kesehatan calon pengantin yang meliput Cek HB, imunisasi TT bagi catin wanita dan pengukuran lingkar lengan minimal di angka 23,5 cm.Â
Dengan angka prevalensi 7,6% untuk Kabupaten Kampar yang artinya Kampar telah berhasil menjadi yang pertama dalam percepatan penurunan angka stunting di Provinsi Riau, menarik minat dan perhatian dari sisi kesehatan dari Kabupaten / Kota lainnya untuk mengetahui kiat-kiat yang telah dilakukan oleh Kabupaten Kampar hingga bisa memperoleh angka prevalensi terendah di Riau.
Tak lupa juga Kepala Kantor Kementerian Agama H.Fuadi Ahmad, SH, MAB telah memerintahkan kepada seluruh KUA Kecamatan yang ada di Kabupaten Kampar untuk mesti melaksanakan Bimwin Catin dengan capaian 100%, pelaksanaan Bimwin Mandiri yang harus terus digalakkan, Tutor/Pengampu materi yang harus mengikuti Juknis yang telah ditetapkan Dinas Kesehatan dan BKKBN, Sertifikat Bimwin yang harus ditandatangani Kepala Kantor Kemenag Kampar sebagai bentuk pengawasan, hingga laporan rutin bulanan dari seluruh KUA Kecamatan tentang pelaksanaan Bimwin nya di tanggal 5 setiap bulan.
Dan buah hasil dari segala usaha yang bisa diupayakan oleh Kementerian Agama ini ternyata tidak berkhianat. Ini terlihat dari prestasi Kabupaten Kampar menjadi Peringkat Pertama untuk Percepatan Penurunan Stunting pada beberapa waktu yang lalu. Upaya-upaya ini tentu tidak lepas dari pengawasan dan bimbingan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar H.Fuadi Ahmad, SH, MAB yang tidak berpikir dua kali untuk melaksanakan dan memberikan perintah khususnya terkait Bimwin untuk para calon pengantin. (Cicy/Fatmi/Agus)