Pelalawan (Kemenag)- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pelalawan, Jisman, bersama Kasubbag Tata Usaha, Muhammad Amin, melakukan monitoring pelaksanaan Assessment Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Ikhlas, Kecamatan Pangkalan Lesung, Jumat (23/6/2024).
Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kepala Madrasah, Adi Sumarto, yang menyampaikan laporan mengenai kesiapan dan pelaksanaan AKMI di madrasahnya.
Dalam kunjungan tersebut, Jisman menekankan pentingnya pelaksanaan AKMI sebagai salah satu instrumen evaluasi untuk mengukur kompetensi siswa madrasah dalam bidang literasi, numerasi, dan sains.
“AKMI bukan hanya sekadar penilaian, tetapi juga sebagai alat untuk melihat sejauh mana kemampuan siswa dalam berpikir kritis dan memecahkan masalah. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah,” ungkap Jisman.
Monitoring ini melibatkan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan AKMI di ruang-ruang kelas, termasuk kesiapan perangkat komputer dan jaringan internet yang digunakan dalam ujian berbasis komputer tersebut. Muhammad Amin, Kasubbag TU, juga menekankan pentingnya persiapan teknis dan logistik agar pelaksanaan AKMI berjalan lancar tanpa kendala. “Kita harus memastikan semua fasilitas pendukung tersedia dan berfungsi dengan baik,” ujarnya.
Kepala MTs Nurul Ikhlas, Adi Sumarto, melaporkan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan dengan maksimal. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dari Kakan Kemenag dan timnya yang telah memberikan dukungan penuh untuk kesuksesan pelaksanaan AKMI di madrasahnya.
“Kami berharap monitoring ini dapat memberikan masukan yang konstruktif untuk perbaikan di masa mendatang,” kata Adi Sumarto.
Selain monitoring, Jisman juga memberikan arahan kepada para guru dan siswa mengenai pentingnya AKMI sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan di madrasah. Ia mengingatkan para guru untuk terus berinovasi dalam metode pengajaran agar siswa dapat lebih siap menghadapi berbagai bentuk penilaian kompetensi.
“Guru harus selalu kreatif dan adaptif dalam menghadapi perubahan kurikulum dan metode pembelajaran,” tambahnya.
Kegiatan monitoring ini diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab bersama para guru dan siswa untuk mendengar langsung tantangan dan harapan mereka terkait pelaksanaan AKMI. Dengan adanya monitoring ini, diharapkan pelaksanaan AKMI di MTs Nurul Ikhlas dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan evaluasi yang komprehensif terhadap kompetensi siswa. Kemenag Pelalawan berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan mutu pendidikan di madrasah-madrasah di wilayahnya. (*)