Riau (Inmas)- Kakanwil Kemenag
Riau Dr H Mahyudin MA didampingi Kabid Pendidikan Madrasah Dr H Muliardi M Pd
dan Kepala MAN 1 Pekanbaru H Marzuki M Pd, malakukan monitoring pelaksanaan
Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di MAN 1 Pekanbaru, Selasa (28/9).
Mahyudin mengatakan, keistimewaan dari pelaksanaan ANBK adalah, ANBK tidak mengevaluasi capaian murid secara individu, tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.
“ANBK merupakan program Pemerintah pengganti UNBK sebagai penilaian terhadap mutu sekolah, madrasah dengan mengambil beberapa orang siswa sebagai sampel. Mudah- mudahan dengan kegigihan para guru membimbing siswa kita selama ini, hasil yang didapatkan dalam ANBK memuaskan,” harapnya usai meninjau pelaksanaan ANBK di lantai 3 Labor MAN 1 Pekanbaru.
Muliardi menambahkan, ANBK bertujuan
untuk mengetahui gambaran karakteristik esensial sebuah sekolah dan madrasah
yang efektif dalam mengembangkan kompetensi dan karakter siswa. Mulai dari ciri
pengajaran yang baik, sampai program dan kebijakan sekolah yang membentuk iklim
akademik, sosial, dan keamanan yang kondusif.
“Ada tiga kategori pengukuran ANBK 2021 yaitu Asesmen Kompetensi
Minimum (AKM) mengukur literasi membaca dan
numerasi sebagai hasil belajar kognitif. Survei
Karakter yang mengukur sikap, kebiasaan,
nilai-nilai (values) sebagai hasil belajar nonkognitif. Dan Survei Lingkungan Belajar yang mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang
menunjang pembelajaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, jumlah siswa yang mengikuti ANBK di
Riau sekitar 1.300 siswa kelas 11. Masing-
masing sekolah diambil sampel maksimal 45
orang yang langsung ditetapkan secara sampling oleh Kemendikbud Ristek.
“Alhamdulillah, sejauh ini pelaksanaan ANBK di Riau berjalan lancar, dengan help desk/ pusat layanan pelaksanaan di MAN 1 Pekanbaru. Mudah- mudahan berjalan lancar hingga selesai,” harapnya.
Sementara itu Marzuki menambahkan, pelaksanaan ANBK MAN 1 Pekanbaru diikuti oleh 45 orang siswa yang dibagi 15 orang persesi dengan durasi persesi 2 jam. "Untuk IT dan penunjang lainnya, sejauh ini berjalan lancar, bahkan ada beberapa madrasah menumpang ANBK di labor kita," jelas Marzuki. (mus/ana/eka)