0 menit baca 0 %

Pastikan Berjalan Lancar, Pengawas Madrasah Monitoring Penilaian Akhir Semester Genap di MAN 1 Siak

Ringkasan: Siak (Kemenag) - Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Siak, Hermalinda melakukan monitoring pelaksanaan Penilaian Akhir Semester (PAS) Genap di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Siak pada Selasa, (18 Februari 2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan efektivitas pelaksanaan...

Siak (Kemenag) - Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Siak, Hermalinda melakukan monitoring pelaksanaan Penilaian Akhir Semester (PAS) Genap di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Siak pada Selasa, (18 Februari 2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan efektivitas pelaksanaan ujian akhir bagi siswa kelas XII yang berlangsung secara online.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Hermalinda disambut oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Madrasah MAN 1 Siak, Masridah beserta para guru pengawas ujian. Ia meninjau langsung proses ujian di ruang-ruang kelas untuk memastikan sistem yang digunakan berjalan dengan baik serta tidak ada kendala berarti selama pelaksanaan ujian.

Penilaian Akhir Semester Genap di MAN 1 Siak tahun ini diikuti oleh 144 siswa kelas XII yang terdiri dari dua kelas jurusan IPA dan dua kelas jurusan IPS. Ujian dilaksanakan secara online menggunakan perangkat Android milik siswa. Dengan sistem ini, siswa mengakses soal ujian melalui aplikasi berbasis digital yang telah disiapkan oleh pihak madrasah.

Menurut Masridah, penggunaan sistem ujian berbasis digital ini telah dipersiapkan sejak jauh hari guna memastikan seluruh siswa dapat mengikuti ujian dengan lancar. “Kami telah melakukan sosialisasi dan simulasi sebelum pelaksanaan ujian, sehingga para siswa tidak mengalami kendala teknis yang berarti,” ujarnya.

Meskipun secara umum ujian berlangsung dengan lancar, terdapat beberapa kendala kecil yang sempat terjadi, yaitu gangguan listrik yang menyebabkan sinyal internet sedikit terganggu. Namun, gangguan ini hanya berlangsung sebentar dan tidak sampai menghambat jalannya ujian. Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan ujian online adalah tingkat kecurangan. Namun, pihak madrasah telah menerapkan sistem yang memungkinkan pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas siswa selama ujian berlangsung.

Hermalinda mengapresiasi sistem ujian yang diterapkan di MAN 1 Siak. “Saya melihat pengawasan dalam ujian ini sangat baik. Sistem yang digunakan tidak memungkinkan siswa untuk membuka aplikasi lain atau melakukan browsing ke luar dari aplikasi ujian. Jika siswa mencoba keluar dari aplikasi, maka akan ada alarm peringatan atau soal akan kembali mulai dari awal,” ungkapnya.

Pada akhir kunjungannya, Hermalinda menyampaikan harapannya agar sistem ujian berbasis digital ini terus ditingkatkan dan dapat menjadi model bagi madrasah lain di Kabupaten Siak. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran MAN 1 Siak atas persiapan dan pelaksanaan ujian yang berjalan dengan baik. 

“Kami berharap sistem ini dapat terus diterapkan dan dikembangkan lebih lanjut. Digitalisasi dalam dunia pendidikan memang sudah menjadi kebutuhan, dan MAN 1 Siak telah menunjukkan kesiapan dalam menghadapi tantangan tersebut,” katanya.

Dengan berakhirnya monitoring ini, pihak madrasah berharap bahwa hasil ujian yang diperoleh siswa dapat mencerminkan kemampuan mereka secara objektif dan menjadi bekal dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. (Ema/Hd)