Pelalawan (Kemenag)- Untuk memastikan pelaksanaan Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) berjalan lancar dan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Agama, Pengawas Madrasah, Syafrudin, bersama staf melakukan monitoring pelaksanaan AKMI di Madrasah Aliyah (MA) Al Qasimiyah Pangkalan Kuras, Selasa (27/8/2024).
Syafrudin menjelaskan bahwa monitoring ini dilakukan untuk mengevaluasi kesiapan dan kelancaran proses asesmen yang diikuti oleh siswa-siswi MA Al Qasimiyah.
“Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan AKMI ini tidak hanya berjalan dengan baik, tetapi juga mampu meningkatkan kompetensi peserta didik sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” ujar Syafrudin.
Selain mengecek kesiapan fasilitas dan perangkat yang digunakan dalam asesmen, tim monitoring juga memantau proses teknis pelaksanaan AKMI. Mereka berdialog dengan para guru dan staf untuk mengetahui kendala yang mungkin dihadapi serta memberikan solusi agar pelaksanaan asesmen dapat berlangsung tanpa hambatan.
Kepala MA Al Qasimiyah, Agustina Kasim, menyambut baik kehadiran tim monitoring dari Kementerian Agama. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk memastikan bahwa proses asesmen yang dilakukan di madrasahnya sesuai dengan standar nasional.
“Kami berterima kasih atas perhatian dan dukungan dari tim pengawas. Kami berharap pelaksanaan AKMI di MA Al Qasimiyah dapat menjadi contoh bagi madrasah lainnya,” ungkap Fauzi.
Syafrudin menambahkan bahwa hasil monitoring ini akan dilaporkan ke Kementerian Agama sebagai bahan evaluasi dan perbaikan di masa mendatang. Ia juga berharap hasil AKMI dari MA Al Qasimiyah bisa menjadi tolok ukur keberhasilan pendidikan madrasah di wilayah Pangkalan Kuras. “Kami optimis, dengan kerjasama yang baik antara pengawas, guru, dan siswa, hasil yang dicapai akan memuaskan,” tambahnya.
Monitoring ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara tim pengawas dengan para guru di MA Al Qasimiyah. Para guru menyampaikan apresiasi atas masukan dan bimbingan yang diberikan oleh Syafrudin dan timnya. Mereka berharap monitoring seperti ini bisa rutin dilakukan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah. (*)