0 menit baca 0 %

Patuhi SE Kemenag No. 33/2025, MAN 1 Inhil Gelar Apel Hari Santri: Gaungkan Peran Santri dalam 'Mengawal Peradaban Dunia'

Ringkasan: Tembilahan (Kemenag) Seluruh civitas akademika MAN 1 Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Upacara Hari Santri 2025 secara khidmat di Lapangan MAN 1 Indragiri Hilir, Jalan Pelajar, Tembilahan Hulu, pada Rabu pagi (22/10/2025). Apel serentak ini merupakan pelaksanaan sesuai Surat Edaran (SE) Sekretaris J...

Tembilahan (Kemenag) – Seluruh civitas akademika MAN 1 Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Upacara Hari Santri 2025 secara khidmat di Lapangan MAN 1 Indragiri Hilir, Jalan Pelajar, Tembilahan Hulu, pada Rabu pagi (22/10/2025). Apel serentak ini merupakan pelaksanaan sesuai Surat Edaran (SE) Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor SE.33 Tahun 2025, dengan mengusung tema sentral "Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia".

Apel yang dimulai pada pukul 07.30 WIB ini dipimpin oleh Kepala MAN 1 Indragiri Hilir, Ibrahim selaku Pembina Upacara. Seluruh peserta, terdiri dari guru, staf, dan siswa siswi kompak mengenakan busana khas santri—pria dengan sarung, baju koko putih, dan peci hitam, sementara peserta perempuan mengenakan gamis putih. Pakaian ini menjadi simbol penghormatan terhadap tradisi pesantren sekaligus menunjukkan keseragaman yang dipedomani oleh SE Kemenag.

“Hari Santri bukanlah sekadar seremonial. Ia adalah penegasan bahwa santri memiliki tanggung jawab besar sebagai generasi penerus yang teguh menjaga akidah, berakhlak mulia, berilmu tinggi, dan mampu menjadi agen moderasi beragama,” tegas Ibrahim mengutip amanat Menteri Agama.

Apel ini bertujuan memastikan tercapainya makna peringatan Hari Santri, yaitu mengenang kembali peran besar ulama dan santri dalam peristiwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945. Tema tahun ini menjadi penekanan atas peran strategis santri di era global, yang dituntut tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga teknologi dan kontribusi nyata dalam pembangunan peradaban bangsa.

Amanat Pembina Upacara lebih lanjut menekankan pentingnya peran pesantren sebagai 'laboratorium perdamaian' yang menyemai ajaran Islam Rahmatan lil 'Alamin (Islam yang ramah dan moderat). Santri diharapkan mampu menyeimbangkan kecerdasan spiritual, intelektual, dan sosial untuk menyambut Indonesia Emas.

Pelaksanaan kegiatan yang berjalan lancar dan hikmat ini diakhiri dengan pembacaan doa. Kemeriahan kemudian ditutup dengan penampilan memukau dari Drumban Praaksara Swara MAN 1 Indragiri Hilir yang memainkan lagu Mars Hari Santri dan Mars Madrasah, menyemarakkan semangat kebangsaan dan keagamaan di lingkungan madrasah. Pelaksanaan Apel Hari Santri 2025 yang terarah dan serentak ini membuktikan komitmen Kementerian Agama, sesuai panduan SE.33/2025, untuk menjadikan Hari Santri sebagai penguatan nilai-nilai kebangsaan, keagamaan, dan semangat jihad santri di masa kini. (Ria/ Mul)