Kemenag ( Kuansing )
Singingi Hilir, 22 Agustus 2025 – Dalam semangat kebersamaan dan cinta kepada Nabi Muhammad SAW, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, menyelenggarakan rapat koordinasi lintas tokoh agama dan masyarakat guna membahas pelaksanaan Pekan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H.
Pertemuan digelar pada Jumat siang, 22 Agustus 2025, usai pelaksanaan Sholat Jumat berjemaah. Seluruh peserta kemudian menikmati makan siang bersama dalam program “Jumat Berkah” yang diadakan di Rumah Makan Ena Ikan Asin, sebuah tradisi yang memperkuat silaturahmi antara pemuka agama dan tokoh masyarakat.
Hadir dalam pertemuan penting tersebut:
Ketua IPH Singingi Hilir, KH. Alzekrillah Syaf
Penghulu KUA Singingi Hilir, Nasrul Latif
Ketua Masjid Besar Istiqomah, Abdul Razak
Imam Besar Masjid Istiqomah, Aldi Saputra
Ongku Kali, Ebit Supandi
Penyuluh Agama Islam (PAI) Singingi Hilir, Mahyu Budiman
Perwakilan masyarakat dan tokoh pendidikan Islam lainnya.
Agenda Pekan Maulid 1447 H: Meriah, Religius, dan Inklusif
Hasil dari pertemuan tersebut menetapkan bahwa Pekan Maulid 2025 akan menjadi momentum syiar Islam yang menggugah hati umat, sekaligus membangun kebersamaan masyarakat lintas usia dan latar belakang.
 1. Pawai Lintas Agama
Pawai akan diikuti oleh berbagai elemen pendidikan dan keagamaan, antara lain:
Pondok Pesantren Miftah Khairil Ummah
MI Miftahul Khairiyah
MDTA Darussalam
TK Pertiwi
Kelompok Ibu-ibu Wirid Yasin
Pawai akan start dari Masjid Besar Istiqomah, melintasi samping Rumah Makan Lala, belok kanan melewati lapangan bola, dan berakhir di halaman Masjid Besar Istiqomah Desa Koto Baru.
Acara ini akan dimeriahkan dengan hiburan, pembagian minuman segar, serta doorprize menarik untuk peserta. Pawai akan dilepas langsung oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Koto Baru.
 2. Tabligh Akbar
Menghadirkan Ustadz dari Sulawesi, kegiatan ini menjadi puncak dakwah yang diharapkan menggugah semangat umat untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. Tausiah akan fokus pada nilai-nilai akhlakul karimah, cinta damai, dan semangat kebersamaan.
 3. Malam Berzanji
Kegiatan religius ini akan diisi dengan lantunan pujian terhadap Rasulullah SAW dalam bentuk syair-syair Berzanji, pembacaan sejarah Nabi, serta doa-doa penuh harap. Acara ini akan digelar dalam suasana khusyuk dan penuh cinta.
Harapan Para Tokoh & Masyarakat
Ketua Masjid Besar Istiqomah, Abdul Razak:
“Kami mohon dukungan dari seluruh elemen, mulai dari Pemdes, masyarakat hingga jemaah, agar kegiatan ini terlaksana dengan lancar, penuh semangat dan berkah. Ini adalah bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, dan juga wujud syiar Islam di desa koto baru umumnya di Kecamatan Singingi Hilir.”
 Harapan Panitia Penyelenggara:
 “Kami berharap semua unsur masyarakat bisa terlibat aktif. Kami ingin menjadikan Pekan Maulid ini sebagai tradisi tahunan yang penuh makna, menjadi media dakwah, pendidikan, dan hiburan islami untuk semua kalangan.”
 Penghulu KUA Singingi Hilir, Nasrul Latif:
 “Pekan Maulid ini bukan hanya simbol perayaan, melainkan ajang membumikan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat. Kami mendukung penuh dan mengajak masyarakat menjadikan kegiatan ini sebagai jalan mempererat ukhuwah dan memperkuat toleransi.” PAI Singingi Hilir, Mahyu Budiman:
 “Saya berharap generasi muda bisa melihat Islam sebagai agama yang ramah. Melalui pawai dan kegiatan dakwah seperti ini, mereka akan lebih mencintai agamanya dan memahami nilai-nilai luhur yang diajarkan Rasulullah SAW.”
Harapan Masyarakat:
“Kegiatan seperti ini harus sering diadakan. Selain mempererat persaudaraan, juga menghidupkan semangat gotong royong. Semoga acara ini menjadi berkah bagi desa dan kecamatan kita.” imbuh IskandarÂ
Harapan Anak-anak dan Generasi Muda Islam:
 “Kami senang bisa ikut di undang dan memeriahkan pawai dan melihat ustadz kondang berceramah. Semoga setiap tahun ada kegiatan seperti ini, supaya kami bisa belajar agama sambil bergembira.”
Maulid Nabi sebagai Momen Cinta, Persatuan dan Syiar
Dengan semangat cinta Rasulullah SAW, Pekan Maulid di Koto Baru Singingi Hilir 2025 diharapkan menjadi ajang penguatan iman, pendidikan karakter, dan perekat harmoni sosial masyarakat. Sinergi antara KUA, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan masyarakat luas menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini.
Semoga semangat Maulid ini terus tumbuh dan menginspirasi generasi demi generasi di Singingi Hilir. ( MB)