Dumai
(Kemenag) – Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI)
Kota Dumai ikut mensukseskan rangkaian acara Hari Lahir IPARI yang kedua dengan
mengadakan kegiatan demo pembuatan enzim ramah lingkungan (eco enzyme) pada
hari Jumat, 23 Mei 2025 lalu di hadapan ibu-ibu jamaah Majelis Taklim Al-Jihad
yang beralamat di Jl. Gunung Bromo, Bumi Ayu, Dumai.
Sebelumnya,
pengurus PP IPARI pusat telah mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan Harlah
IPARI II dengan mengadakan aksi ‘Gerakan Penyuluh Agama Cinta Bumi: Zero Waste
dan Eco Enzyme' se-Indonesia mulai dari tanggal 25 s.d 30 Mei 2025. Khusus
untuk ‘Eco Enzyme' ini, harus dilakukan demo cara pembuatannya dihadapan jamaah
binaan para penyuluh, seperti ibu-ibu majelis taklim.
Kegiatan
dimulai dengan pembukaan dari Ketua MT Al-Jihad Siti berterima kasih atas
kesediaan para penyuluh agama untuk hadir memberikan pengajaran cara membuat eco
enzyme kepada anggotanya. Selanjutnya adalah demo cara pembuatan eco enzyme
yang dipimpin oleh Nurhayati selaku Penyuluh Agama Islam. Nurhayati
mengatakan, “Eco Enzyme sangat mudah dibuat karena hanya membutuhkan
sisa-sisa sampah organik dari sayuran dan buah-buahan, air dan gula putih atau
gula merah. Ketiga bahan itu dicampur dalam satu wadah tertutup selama 3 bulan
untuk proses fermentasi.” Jelas Nurhayati
Para
peserta sangat antusias mengikuti demo ini dengan banyaknya pertanyaan yang
mereka ajukan. Denny Febriansyah, sebagai perwakilan pengurus PD IPARI Dumai
menutup acara dengan menyampaikan bahwa eco enzyme ini multifungsi untuk
ibu rumah tangga yang dapat dijadikan cairan pembersih noda membandel, sebagai
pestisida untuk mengusir serangga kecil dan semut, pupuk cair alami untuk
tumbuhan, serta penjernih air. (Widia/Ayu)