0 menit baca 0 %

PEDULI MAGHRIB MENGAJI, WIADI WIJAYA (PAI NON PNS) TERIMA BANTUAN BUKU IQRO

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Terkait dengan tugas dan fungsi Penyuluh Agama islam Non PNS terdiri dari Penyuluhan Pengentasan Buta Huruf Al-Qur an; Keluarga Sakinah; Pengelolaan Zakat; Pemberdayaan Wakaf; Produk Halal; Kerukunan Umat Beragama; Radikalisme dan Aliran Sempalan serta NAPZA dan HIV/AIDS.Ter...

Indragiri Hulu, (Inmas). Terkait dengan tugas dan fungsi Penyuluh Agama islam Non PNS terdiri dari Penyuluhan Pengentasan Buta Huruf Al-Qur’an; Keluarga Sakinah; Pengelolaan Zakat; Pemberdayaan Wakaf; Produk Halal; Kerukunan Umat Beragama; Radikalisme dan Aliran Sempalan serta NAPZA dan HIV/AIDS.
Terkait dengan Pengentasan Buta Huruf Al-Qur’an diperlukan adanya sarana maupun prasarananya, salah satunya Buku Iqra’.
Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Rengat atas nama Wiadi Wijaya, M.Pd  peduli dengan Pengentasan Buta Huruf Al-Qur’an, maka melaksanakan penggalangan dana untuk ketersediaan Buku Iqra’.
Hasil dari penggalangan Buku Iqra disalurkan melalui rekan-rekan Penyuluh Agama Islam Non PNS sebagai sarana pendukung Gerakan Maghrib Mengaji dalam rangka Pengentasan Buta Huruf Al-Qur’an, ujar Wiadi Wijaya.
Jum’at 19 Februari 2021, ditemani Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Pasir Penyu atas nama Marwan, S.Pd.I, Wiadi Wijaya menerima bantuan Buku Iqra’ sebanyak 110 eksemplar dari Dwidi Setiawati, warga Kritang Kab. Indragiri Hilir.
Buku Igra’ tersebut merupakan infaq/sedekah dari warga yang tinggal di Jakarta, dimana anaknya yang bernama Rizki tengah menderita suatu penyakit.
Semoga infaq/sedekah Buku Iqra’ tersebut menjadi Asbab dan Washilla bagi kesembuhan Rizki. Semoga Allah Azza Wajalla mengankat penyakitnya dan diberikan kesehatan, dilancarkan rezeki keluarganya dan menjadi amal jariyah, demikian disampaikan Wiadi Wijaya ketika menerima bantuan Buku Iqra’ tersebut.
Buku Iqra’ tersebut Insya Allah menjadi salah satu sarana pendukung untuk menyukseskan Gerakan Maghrib Mengaji dan Pengentasan Buta Huruf Al-Qur’an yang telah dirintis, ujar Wiadi Wijaya.(tulang)