0 menit baca 0 %

Pegawai KUA Kecamatan Bantan Dampingi Tim Kanwil Kemenag Riau dalam Pengukuran Arah Kiblat dan Rukyatul Hilal di Pantai Indah Selat Baru

Ringkasan: Bantan (Kemenag) Pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantan turut mendampingi Tim Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau dalam kegiatan pengukuran arah kiblat serta rukyatul hilal yang dilaksanakan di Pantai Indah Selatbaru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis Selasa, 27 Mei 2025Kegiatan i...

Bantan (Kemenag) – Pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantan turut mendampingi Tim Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau dalam kegiatan pengukuran arah kiblat serta rukyatul hilal yang dilaksanakan di Pantai Indah Selatbaru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis Selasa, 27 Mei 2025

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan akurasi arah kiblat di berbagai masjid dan mushalla serta menentukan awal bulan hijriyah, khususnya yang berkaitan dengan ibadah umat Islam seperti penetapan awal Dzulhijjah menjelang Idul Adha 1446 H.

Tim dari Kanwil Kemenag Provinsi Riau datang dengan perlengkapan lengkap untuk melakukan pengamatan dan pengukuran, seperti teodolit dan peralatan rukyat lainnya. Mereka disambut oleh Kepala KUA Kecamatan Bantan H. Nasuha, beserta jajaran staf KUA dan penyuluh agama Islam Kecamatan Bantan.

Dalam keterangannya H. Nasuha menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat untuk memastikan arah kiblat di wilayah Kecamatan Bantan sudah sesuai, serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya rukyatul hilal dalam sistem kalender Islam.

“Pendampingan ini juga menjadi bentuk sinergi antara KUA Kecamatan dengan pihak Kanwil Kemenag Provinsi, dalam menjaga akurasi arah kiblat serta validitas penentuan awal bulan hijriah,” ujarnya.

Kegiatan rukyat di Pantai Indah Selatbaru ini berlangsung hingga menjelang maghrib, dengan harapan cuaca mendukung untuk melihat hilal secara langsung.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar yang ikut hadir menyaksikan, sekaligus menjadi sarana edukasi dan sosialisasi pentingnya ilmu falak dalam kehidupan keagamaan.