Kuansing (Kemenag)- Dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuantan Mudik menggelar kegiatan Pembinaan Mental dan Rohani bagi para pegawai pada hari ini. Kegiatan ini berlangsung khidmat dengan melibatkan seluruh aparatur KUA dan para penyuluh agama.
Acara dipandu oleh MC R. Deswanda, S.Pt dan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qurโan oleh Edaliati, S.Th.I yang menyejukkan suasana. Kemudian dilanjutkan dengan tausiyah agama oleh Suhailis, S.Ag yang mengangkat tema penting: Memanfaatkan Waktu.
Dalam tausiyahnya, Suhailis mengulas Surah Al-Asr ayat 1โ3, yang menegaskan bahwa manusia pada dasarnya berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan kesabaran. Beliau menekankan pentingnya kesadaran dalam memanfaatkan waktu yang diberikan Allah SWT, agar tidak tergolong sebagai manusia yang merugi.
Beliau juga mengingatkan lima waktu penting yang harus diperhatikan dan dimanfaatkan sebaik mungkin:
1. Waktu muda sebelum datang masa tua.
2. Waktu sehat sebelum sakit.
3. Waktu hidup sebelum mati.
4. Waktu luang sebelum sempit.
5. Waktu kaya sebelum miskin.
"Jangan sampai kita lalai dan kehilangan kesempatan emas dalam kehidupan. Gunakan waktu untuk memperbaiki diri, meningkatkan akhlak, serta memperkuat keimanan sesuai tuntunan Islam," pesan beliau.
Doa penutup disampaikan oleh Deli Asran, S.Ag, yang sekaligus meneguhkan harapan agar kegiatan ini memberi manfaat dan keberkahan bagi seluruh peserta.
Sebagai penanggung jawab kegiatan, Kepala KUA Kuantan Mudik, Arisman Arianto, S.Sos.I, turut memberikan pembinaan dan motivasi kepada seluruh pegawai. Beliau mengingatkan bahwa kegiatan seperti ini adalah bagian dari upaya untuk memperkuat karakter dan etos kerja aparatur Kementerian Agama, khususnya di lingkungan KUA Kuantan Mudik.
Kegiatan ditutup dengan penuh harap agar semangat dan nilai-nilai yang disampaikan dalam pembinaan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik secara pribadi maupun dalam melayani masyarakat. (RP)