Bengkalis (Kemenag) – Minimnya sarana dan prasarana seperti kekurangan fasilitas laptop atau komputer, daya listrik dan sejenisnya mewarnai pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di MTs Nurul Jadidi desa Pedekik.
Hal itu disampaikan oleh Kepala MTs Nurul
Jadid Sairozi saat 33 peserta didik kelas VIII Madrasah tersebut menjalani kegiatan
ANBK tahun 2024 sejak Rabu - Kamis 11 dan 12 September 2024 di MTs Nurul
Jadid.
“Semoga pelaksanaan ANBK
kedepannya dengan kendala yang kita hadapi seperti kekurangan laptop dan daya
listrik ini akan teratasi. Tentunya hal seperti ini juga tidak terlepas dari peran pemerintah untuk memberikan
bantuan komputer atau laptop mengingat kondisi keuangan madrasah kita yang
terbatas dan juga kemampuan orang tua siswa kita yang tidak semua mampu membeli
laptop atau komputer," harap Sairozi.
Ia juga berharap semoga
hasil ANBK yang menjadi rapor bagi madrasah akan memotivasi dan mendorong madrasah
untuk lebih baik dari waktu ke waktu dalam rangka memenuhi harapan pemerintah
dan masyarakat.
Selama pelaksanaan ANBK di MTs
Nurul Jadid, yang diikuti oleh 33 peserta didik, dibagi menjadi tiga sesi dengan 15 peserta di sesi
pertama dan kedua, di susul 3 peserta di sesi ketiga.
Pelaksanaan ANBK di MTs Nurul
Jadid juga mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi Nomor 17 Tahun 2021 tentang Asesmen Nasional dan Nomor 11 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar
Penjaminan Mutu Pendidikan dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan.
Teknisi ANBK dan Proktor ANBK MTs Nurul Jadid Ahmad Sowi dan Uswatun
Hasanah mengatakan. “Meskipun dari awal terdapat sedikit kendala, namun antusias
siswa dan semangat untuk mengikuti ANBK dapat terwujud sehingga pelaksanaan
ANBK tahun 2024 di MTs Nurul Jadid dapat berjalan dan diikuti oleh seluruh
peserta hingga selesai,” pungkasnya. (*)