Meranti(Kemenag)โ Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Wiryanto, bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti, Sulman, menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Kabupaten Kepulauan Meranti dan Majelis Umat Buddha Theravada Indonesia (MAJUBUTHI) Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (11/11) malam di Cafe Lotus Selatpanjang.
Acara pelantikan turut dihadiri oleh tokoh lintas agama, ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kepuluan Meranti, serta para pengurus lembaga keagamaan Buddha dari berbagai kecamatan di Kepulauan Meranti.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kebersamaan umat Buddha dan mempererat hubungan harmonis antarumat beragama di Kepulauan Meranti.
Dalam sambutannya, Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Riau, Wiryanto, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru DPD WALUBI dan MAJUBUTHI. Ia berharap kepengurusan ini dapat memperkuat pembinaan dan pelayanan keagamaan bagi umat Buddha di daerah.
โKami berharap pengurus yang dilantik dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab serta berperan aktif dalam pelayanan dan pembinaan umat. Sinergi dengan Kementerian Agama dan lintas agama lainnya perlu terus diperkuat demi terciptanya kerukunan di tengah masyarakat,โ ungkap Wiryanto.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kepulauan Meranti, Sulman, menegaskan pentingnya kerja sama dan sinergi antarumat beragama dalam menjaga ketenteraman daerah.
โKita semua memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan di Kepulauan Meranti. Mari jadikan organisasi keagamaan sebagai sarana mempererat sinergi dan kebersamaan lintas agama,โ ajak Sulman.
Di kesempatan yang sama, Penyelenggara Buddha Kemenag Kepulauan Meranti, Metawati, menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak dalam suksesnya pelantikan tersebut. Ia menegaskan bahwa Kemenag akan terus hadir dalam mendampingi pembinaan kehidupan keagamaan umat Buddha di Meranti.
โKami berkomitmen untuk terus mendampingi dan memfasilitasi kegiatan keagamaan umat Buddha, agar nilai-nilai moderasi dan toleransi semakin tumbuh di tengah masyarakat,โ ujar Metawati.
Acara diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. (t)