Kampar ( Kemenag )--Dalam rangka meningkatkan kualitas pengajaran dan kemampuan komunikasi para tenaga pendidik, Pesantren Al-Utsaimin menyelenggarakan kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pondok (MGMPP) dalam bentuk pelatihan bertema "Public Speaking: Rahasia Jadi Guru Superstar", yang berlangsung pada Sabtu, 19 April 2025.
Pelatihan eksklusif ini menghadirkan narasumber istimewa, Ust. Muhammad Yasir, S.Kom.I, MA., yang dikenal sebagai seorang motivator, trainer komunikasi, sekaligus Direktur Dakwah Lughawi Al-Arabiyah. Dalam penyampaian materinya, Ust. Yasir memaparkan bahwa keterampilan berbicara di depan umum bukan hanya penting bagi seorang da’i atau orator, tetapi juga menjadi modal utama bagi seorang guru dalam menumbuhkan ketertarikan belajar dan ikatan emosional dengan siswa.
“Kelas bukan hanya tempat mentransfer ilmu, tapi juga arena membentuk karakter. Di sinilah public speaking menjadi kunci. Guru yang percaya diri dan komunikatif akan lebih mudah menginspirasi muridnya,” ujar Ust. Yasir dalam sesinya yang disampaikan secara interaktif melalui tayangan presentasi visual.
Acara dibuka secara resmi oleh Pimpinan Pesantren Al-Utsaimin, Dr. Isnen Azhar, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme para guru dalam meningkatkan kapasitas dirinya.
"Seorang guru tidak hanya dituntut untuk menguasai materi, tetapi juga harus mampu menyampaikan ilmu dengan cara yang menyentuh hati dan membangkitkan semangat belajar. Public speaking adalah keterampilan yang harus dimiliki setiap pendidik. Karena dari lidah dan bahasa seorang guru, lahir generasi berakhlak dan berilmu," ujar Dr. Isnen Azhar dalam sambutannya
Isnen juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini adalah bagian dari visi besar Pesantren Al-Utsaimin dalam mencetak guru-guru yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga unggul dalam kepemimpinan dan komunikasi.
Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru mata pelajaran pondok dan para musyrif, yang tampak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan yang dikemas interaktif dan aplikatif. Peserta juga mendapatkan sesi simulasi, di mana mereka dilatih langsung untuk berbicara di depan audiens, mengatur intonasi suara, hingga menggunakan bahasa tubuh yang efektif.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Pesantren Al-Utsaimin menunjukkan komitmennya dalam membentuk guru-guru berkarakter unggul, komunikatif, dan inspiratif—menjadi bintang di kelas yang mampu menyalakan cahaya ilmu di hati para santri.
Para peserta yang terdiri dari guru-guru mata pelajaran pondok serta para musyrif tampak antusias mengikuti sesi demi sesi. Suasana pelatihan berlangsung hangat, komunikatif, dan sarat motivasi. Selain teori, peserta juga diberi kesempatan untuk melakukan simulasi berbicara di depan umum, sehingga mereka bisa langsung mempraktikkan teknik yang diberikan.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Banyak yang mengaku mendapatkan wawasan baru, terutama dalam mengelola gestur tubuh, intonasi suara, serta membangun koneksi dengan audiens dalam suasana belajar yang kondusif.
Dengan diadakannya pelatihan ini, Pesantren Al-Utsaimin menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kapasitas guru secara holistik, tidak hanya dari sisi akademik, tapi juga dari sisi keterampilan komunikasi dan kepribadian. Diharapkan, setelah pelatihan ini, para guru semakin siap tampil sebagai pendidik profesional dan inspiratif yang mampu menggerakkan semangat belajar para santri. ( fatmi/Hms PP Al Utsaimin )