0 menit baca 0 %

Pelatihan Kepala Laboratorium Guru PAI di Kuansing Jadi Terobosan Baru di Riau

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) - Pelatihan Kepala dan Penguatan Kompetensi Kepala Laboratorium Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang digelar di Aula SMPN 2 Teluk Kuantan memasuki hari kedua, Kamis (13/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh Guru PAI dari angkatan I, II, dan III dengan antusiasme tinggi sejak dimul...

Kuansing (Kemenag) - Pelatihan Kepala dan Penguatan Kompetensi Kepala Laboratorium Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang digelar di Aula SMPN 2 Teluk Kuantan memasuki hari kedua, Kamis (13/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh Guru PAI dari angkatan I, II, dan III dengan antusiasme tinggi sejak dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kepala Seksi PAPKIS Kemenag Kuantan Singingi, Burdianto, membuka kegiatan dengan penuh semangat. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang tetap antusias mengikuti pelatihan di hari kedua. “Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan profesionalisme guru PAI agar mampu berinovasi di sekolah masing-masing,” ujar Burdianto di sela pembukaan acara.

Turut hadir Zulmaswan, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kuansing, yang menyampaikan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas guru PAI. Ia menegaskan, pemerintah tidak hanya berperan sebagai pengatur kebijakan, tetapi juga sebagai fasilitator dalam penyediaan anggaran dan sarana prasarana pendidikan agama.

“Pemerintah daerah terus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, termasuk pengangkatan guru honorer menjadi PPPK. Kami ingin memastikan guru-guru PAI mendapat dukungan penuh dalam menjalankan tugasnya,” tegas Zulmaswan di hadapan peserta. Ia juga menjawab sejumlah pertanyaan guru mengenai ketentuan penyediaan mushalla di sekolah sebagai tempat ibadah.

Sementara itu, Syahrudin, Kepala Bidang PAPKIS Kanwil Kemenag Provinsi Riau melalui zoom, memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana dan seluruh pihak yang mendukung suksesnya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini merupakan terobosan baru dan pertama kali dilaksanakan di Riau, khusus untuk penguatan kompetensi kepala laboratorium PAI.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kasi PAPKIS Kuansing, AGPAI, dan Balai Diklat Keagamaan Pekanbaru atas kerja samanya. Pelatihan seperti ini penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agama di sekolah,” ujar Syahrudin. Ia juga mengimbau agar guru-guru mampu menciptakan materi pembelajaran yang menarik dan relevan bagi peserta didik.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, Kemenag, dan lembaga pendidikan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran strategis guru PAI dalam mencetak generasi berkarakter dan berakhlak mulia. Pelatihan diakhiri dengan harapan agar program serupa terus berlanjut di masa mendatang sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan. (YZG)