Rokan Hulu ( Inmas ) - Sebanyak 40 kepala madrasah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu mengikuti Pelatihan Kerjasama Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah, , Selasa (10/10) di Hotel Sapadia Rohul.
Kegiatan yang diselenggarakan masyarakat Kerjasama KKM Kemenag Rokan Hulu dengan Balai Diklat Pendidikan Keagamaan Padang ini dibuka langsung oleh Kakanwil Kemenag Rokan Hulu ditandai dengan pengalungan tanda peserta. Turut hadir Kepala Diklat Padang Drs H Khairul Amani MA, Kakankemenag Rohul Drs H Syahrudin M Sy, Ketua Panitia Drs Emi Arbi dan anggota, Ketua KKM Sirun S Sos M Pd I, widyaswara dan 40 kepala madrasah peserta kegiatan.
Sebelumnya, kata Mahyudin, pelatihan serupa dilaksanakan langsung di Balai Diklat Padang yang membawahi empat provinsi, yaitu Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi. Namun untuk efektivitas waktu bisa dilakukan di daerah masing-masing melalui MoU.
Ia berharap 40 kepala madrasah di Rokan Hulu yang mengikuti pelatihan angkatan kedua ini serius mengikuti Diklat.
"Dari informasi yang saya dapat, dua angkatan itu sudah ada 80 orang yang mengikuti pelatihan, dan masih ada sekitar 20-an orang lagi kepala madrasah yang belum mendapatkan pelatihan ini. Mudah-mudahan nanti ke depan bisa," kata Mahyudin dan berharap seluruh KKM yang ada di Riau terus menjalin komunikasi baik dengan Balai Diklat Padang.
Sementara, Kakan Kemenag Rokan Hulu, Syahrudin, menerangkan Pelatihan Penguatan Kompetensi angkatan kedua ini diikuti 40 kepala madrasah.
"Ini sebagian besar adalah kepala madrasah swasta, ada satu orang saja kepala madrasah negeri yang tertinggal pada pelatihan angkatan pertama di Padang," jelas Syahrudin.
"saya berharap Pelatihan yang digelar selama empat hari dengan durasi pelatihan 50 jam bisa menambah wawasan bapak ibuk, tidak hanya sebatas untuk mendapatkan sertifikat tetapi bisa mendatangkan efek positif baik itu untuk pribadi maupun untuk madrasah bapak ibuk," Tambahnya.
Syahrudin menuturkan materi pelatihan yaitu tentang kompetensi yang harus dimiliki seorang kepala madrasah, seperti kompetensi manajerial, kewirausahaan, dan ada beberapa kompetensi lain.
"Pelatihan ini juga sebagai bekal bagi mereka karena mulai tanggal 15 November 2020 akan diadakan assesment convention kepala madrasah se-Indonesia," kata Syahrudin, dan mengaku kompetensi merupakan agenda rutin empat tahunan Kemenag pusat.
Hasil kompetisi skala nasional, ungkap Syahrudin, nantinya akan ada pemetaan. Untuk nilai 0-25 seorang kepala madrasah dianggap berkembang, nilai 26-50 dianggap cakap, nilai 51-75 dianggap terampil, dan nilai 76-100 dianggap mahir.
Diakuinya lagi jumlah kepala madrasah di Kabupaten Rokan Hulu ada lebih 124 orang, dan semuanya belum pernah mengikuti ujian kompetensi.
Syahrudin berharap adanya pelatihan ini seluruh madrasah yang ada semakin baik sesuai slogan "Merasa Hebat Bermartabat", artinya madrasah harus mampu bersaing dengan sekolah umum dalam hal kualitas dan pengetahuan-pengetahuan lainnya.***(Eel)