0 menit baca 0 %

Pelatihan Penghulu se-Riau Penuh Keakraban, Direktur Bina KUA: Kehadiran Penghulu Harus Dirasa Masyarakat

Ringkasan: Riau (Kemenag) Suasana haru dan penuh keakraban mewarnai acara Pelatihan Peningkatan Kompetensi Penghulu se-Provinsi Riau ketika Direktur Bina KUA Kementerian Agama RI, H. Cecep Khairul Anwar, memasuki ruang acara. Kehadiran beliau disambut dengan nyanyian Mabruk Alfa Mabruk serta prosesi pemotongan...

Riau (Kemenag) – Suasana haru dan penuh keakraban mewarnai acara Pelatihan Peningkatan Kompetensi Penghulu se-Provinsi Riau ketika Direktur Bina KUA Kementerian Agama RI, H. Cecep Khairul Anwar, memasuki ruang acara. Kehadiran beliau disambut dengan nyanyian “Mabruk Alfa Mabruk” serta prosesi pemotongan kue sebagai bentuk kejutan dari para peserta dan panitia.

Momen ini membuat Direktur Bina KUA terharu sekaligus terkesan atas sambutan hangat yang diberikan. 

Dalam arahannya, beliau menyampaikan apresiasi yang mendalam dan menekankan pentingnya peran penghulu dalam masyarakat.

“Saya sangat tersentuh dengan sambutan ini. Harapan saya, para penghulu senantiasa meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kehadiran penghulu harus benar-benar dirasakan manfaatnya dalam membimbing umat,” ungkapnya.

Penghulu di Kemenag bukan hanya pejabat pencatat nikah, tetapi juga pendidik, pembina, konselor, dan mediator dalam membangun keluarga dan masyarakat yang harmonis sesuai syariat dan peraturan negara.

Acara pelatihan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kasubdit Kepenghuluan, H. M Afief Mundzir, Kabid Urais Kanwil Kemenag Provinsi Riau, H. M. Fakhri, Kepala Loka Diklat Keagamaan Pekanbaru, Aprianto, serta Ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Wilayah Riau, H. Suhardi.

Pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas penghulu, tidak hanya dalam aspek administrasi, tetapi juga dalam peran strategis mereka sebagai pembimbing masyarakat di bidang pernikahan, keluarga, dan keagamaan.

“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para penghulu di Provinsi Riau dapat semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan mampu memberikan pelayanan prima bagi masyarakat”, tekan Suhardi