0 menit baca 0 %

Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah di Sungai Beras Hilir, Bekal Penting Bagi Masyarakat

Ringkasan: Indragiri Hulu Rabu (03/09/2025), masyarakat Desa Sungai Beras Hilir, Kecamatan Lubuk Batu Jaya, mengikuti Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah yang ditaja pemerintah desa setempat. Kegiatan ini dihadiri Camat Lubuk Batu Jaya, Kepala Desa Sungai Beras Hilir, serta menghadirkan narasumber dari KUA Lubuk...

Indragiri Hulu – Rabu (03/09/2025), masyarakat Desa Sungai Beras Hilir, Kecamatan Lubuk Batu Jaya, mengikuti Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah yang ditaja pemerintah desa setempat. Kegiatan ini dihadiri Camat Lubuk Batu Jaya, Kepala Desa Sungai Beras Hilir, serta menghadirkan narasumber dari KUA Lubuk Batu Jaya.

Pelatihan dipandu langsung oleh Saerozi, Kepala KUA Lubuk Batu Jaya, bersama Hafid Firmansyah, Penyuluh Agama Islam, serta Abdul Kafi, staf KUA. Mereka membimbing peserta mulai dari tata cara memandikan, mengkafani, mensalatkan, hingga menguburkan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.

Dalam penjelasannya, Saerozi menegaskan bahwa keterampilan penyelenggaraan jenazah adalah ilmu yang wajib diketahui masyarakat karena menyangkut fardhu kifayah. “Pelatihan ini penting agar masyarakat tidak bingung ketika ada yang meninggal. Dengan ilmu yang benar, kita bisa melaksanakan kewajiban dengan tertib, sesuai tuntunan agama,” ujarnya.

Menurut warga, kegiatan ini sangat bermanfaat karena selama ini tidak semua orang memahami detail tata cara penyelenggaraan jenazah. “Biasanya hanya orang-orang tertentu saja yang bisa, jadi kalau mereka berhalangan, masyarakat kebingungan. Pelatihan ini membuat kami lebih percaya diri dan siap jika ada musibah,” kata salah seorang peserta.

Hafid Firmansyah menambahkan bahwa selain keterampilan teknis, pelatihan juga menanamkan nilai keikhlasan dan kebersamaan. “Mengurus jenazah bukan hanya soal tata cara, tetapi juga bentuk kepedulian sosial. Dengan bergotong royong, masyarakat bisa saling meringankan beban keluarga yang berduka,” tuturnya.

Dampak dari kegiatan ini tidak hanya dirasakan secara langsung saat terjadi musibah, tetapi juga membangun solidaritas sosial di tingkat desa. Pemerintah desa berharap pelatihan serupa dapat terus dilakukan agar setiap generasi memiliki pemahaman dan kesiapan dalam melaksanakan kewajiban keagamaan ini.

(Reski)