0 menit baca 0 %

Pelepasan Santri Angkatan XXVI Ponpes Darul Wasi’ah Simalinyang, Kepala KUA dan Tokoh Masyarakat Hadir Beri Doa dan Apresiasi

Ringkasan: Kampar Kiri Tengah ( Kemenag ) Santriwan dan santriwati kelas VI pondok  dan kelas III  MTs resmi dilepas dalam Acara Pelepasan dan Syukuran Angkatan XXVI Tahun 2025 Pondok Pesantren Darul Wasi ah, Desa Simalinyang, yang digelar dengan khidmat pada Ahad, 22 Juni 2025.

 Kampar Kiri Tengah ( Kemenag ) – Santriwan dan santriwati kelas VI pondok  dan kelas III  MTs resmi dilepas dalam Acara Pelepasan dan Syukuran Angkatan XXVI Tahun 2025 Pondok Pesantren Darul Wasi’ah, Desa Simalinyang, yang digelar dengan khidmat pada Ahad, 22 Juni 2025. Momen ini menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan para santri dalam menyelesaikan pendidikan di lingkungan pondok.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain: Kepala KUA Kampar Kiri Tengah, Syahrizul, S.Sos.I., M.E.Sy. Pimpinan Pondok, H. Syafri. J, Ketua Yayasan, H. Nur Erizol Febri, S.Ag, Kepala MAS, Nur Islami, SE, Kepala MTs, Hiroti, S.Pd.I, Pengasuh pondok, Rama Komina, S.Pd, Pj. Kepala Desa Simalinyang, Rita, S.Sp, Tokoh agama, wali santri, dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok, H. Syafri. J menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya acara ini dan berharap para santri tetap menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan di pondok.

 “Hari ini kita tidak hanya melepas anak-anak secara fisik, tapi juga melepas mereka membawa nama baik pesantren. Jaga shalatmu, jaga akhlakmu, dan teruskan belajar di manapun berada. Karena santri sejati tak pernah berhenti belajar,” tegas beliau.

Sementara itu, Ketua Yayasan, H. Nur Erizol Febri, S.Ag, mengingatkan pentingnya membangun karakter dan kontribusi nyata di tengah masyarakat. “Santri bukan hanya identik dengan kitab dan peci, tapi juga harus hadir sebagai solusi bagi umat. Jadilah generasi Islam yang tidak hanya paham agama, tapi juga peka sosial dan siap menjadi pemimpin masa depan,” ungkapnya.

Pj. Kepala Desa Simalinyang, Rita, S.Sp, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya atas keberadaan Pondok Darul Wasi’ah yang telah menjadi lembaga pendidikan unggul di desanya.

“Kami sebagai pemerintah desa sangat mengapresiasi dedikasi para pengasuh dan guru. Pondok ini bukan hanya tempat belajar, tapi juga pusat pembinaan akhlak dan kemandirian generasi muda Simalinyang,” ujar beliau.

Kepala KUA, Syahrizul, juga memberikan pesan agar para santri yang telah dilepas menjadi duta Islam yang membawa pesan damai dan bermanfaat untuk keluarga dan masyarakat.

Acara ditutup dengan prosesi pelepasan simbolik, doa bersama, dan penampilan santri yang penuh makna. Momen haru terlihat ketika para wali santri menyaksikan anak-anak mereka dilepas dengan balutan nasihat dan doa.

Pondok Pesantren Darul Wasi’ah terus berkomitmen melahirkan generasi berilmu, beriman, dan berakhlak, sebagai bekal menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. ( Fatmi )