0 menit baca 0 %

Pembelajaran Kontekstual, Siswa MAN 2 Kampar Belajar Sejarah di Museum dan Perpustakaan Provinsi Riau

Ringkasan: Kampar ( Kemenag )---Tak sekadar duduk di kelas dan mencatat teori, siswa-siswi MAN 2 Kampar membuktikan bahwa belajar bisa dilakukan dengan cara yang lebih hidup, nyata, dan berkesan.Kamis pagi (9/10/2025), sebanyak 43 orang siswa dari kelas X Zaid Bin Haritsah, X Abdullah Bin Mas ud, dan X Khalid...

Kampar ( Kemenag )---Tak sekadar duduk di kelas dan mencatat teori, siswa-siswi MAN 2 Kampar membuktikan bahwa belajar bisa dilakukan dengan cara yang lebih hidup, nyata, dan berkesan.

Kamis pagi (9/10/2025), sebanyak 43 orang siswa dari kelas X Zaid Bin Haritsah, X Abdullah Bin Mas’ud, dan X Khalid Bin Walid bergerak menuju Museum Daerah Riau Sang Nila Utama dan Perpustakaan Soeman H.S Provinsi Riau dalam kegiatan bertajuk “Study Mapel Sejarah.”

Mereka tak sendiri. Empat guru pendamping ikut mendampingi dan membimbing para siswa selama kegiatan berlangsung, yakni Tyan Afruliyanto, S.Pd,  Azimar, S.Pd, Putri Amelia, S.Pd selaku pengampu mata pelajaran Sejarah, dan  Zaidar, S.E selaku Waka Kesiswaan.

Di museum, mata para siswa seakan tersihir oleh artefak sejarah dan peninggalan budaya Melayu yang tersusun rapi di setiap sudut ruangan. Mereka menyimak penjelasan pemandu dengan antusias  tentang bagaimana kebesaran sejarah Riau berakar dari nilai-nilai Islam, budaya Melayu, dan semangat kebangsaan yang kokoh.

Tak berhenti di situ, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Perpustakaan Soeman H.S, salah satu perpustakaan termegah di Sumatera. Di sana, mereka diajak menjelajah dunia literasi dan ilmu pengetahuan, menyentuh langsung atmosfer intelektual yang menjadi rumah bagi ribuan karya penulis dan peneliti.

“Kami ingin siswa merasakan sendiri denyut sejarah dan semangat literasi bangsa. Dengan melihat langsung benda-benda koleksi dan sumber ilmu, mereka belajar bukan hanya dengan mata, tapi juga dengan hati,” ujar IPutri Amelia, 

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran tidak harus terpaku pada buku teks. Melalui pendekatan kontekstual, siswa MAN 2 Kampar belajar menghargai warisan budaya, mengasah kepekaan sejarah, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas bangsa.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut, karena pengalaman lapangan memberi kesan yang lebih kuat daripada sekadar teori,” tambah  Zaidar

Kepala MAN 2 Kampar  Hj. Leni Kusmiati S.Pd., M.Pd menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan siswa yang telah menyukseskan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa kunjungan edukatif semacam ini adalah bagian dari strategi madrasah dalam membentuk generasi berilmu, berbudaya, dan berkarakter.

Di akhir kegiatan, para siswa pulang bukan hanya membawa catatan sejarah, tetapi juga pengalaman berharga bahwa belajar adalah perjalanan menemukan makna, bukan sekadar menghafal masa lalu.

Fatmi/hms MAN 2