0 menit baca 0 %

Pembelajaran Mendalam Jadi Arah Baru, Guru MAN IC Siak Antusias Ikuti Bimtek Nasional

Ringkasan: Siak (Kemenag) - Dalam rangka menyongsong perubahan dan inovasi dalam dunia pendidikan, guru MAN Insan Cendekia Siak mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MAN IC se-Indonesia, Jumat (04/07).

Siak (Kemenag) - Dalam rangka menyongsong perubahan dan inovasi dalam dunia pendidikan, guru MAN Insan Cendekia Siak mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MAN IC se-Indonesia, Jumat (04/07). Kegiatan ini menjadi wadah reflektif dan transformatif untuk memperkuat pemahaman guru terhadap arah baru pendidikan Nasional.

Kasubdit Kurev Direktorat KSKK Ditjen Pendis Kemenag RI, Abdul Basit, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesiapan guru dalam menghadapi dinamika perubahan. “Ketika ada perubahan, guru MAN IC harus selalu siap. Miliki mindset yang terbuka pada regulasi baru dan cepat beradaptasi,” ujarnya.

Abdul Basit juga menekankan bahwa pendekatan pembelajaran mendalam merupakan ruh dari kurikulum baru ini. Beberapa inovasi turut diperkenalkan, di antaranya mata pelajaran pilihan baru seperti koding dan kecerdasan artifisial. Ia juga menyampaikan bahwa Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tidak lagi termuat dalam Permendikdasmen yang terbaru, sebagai bagian dari upaya menyederhanakan dan menyeimbangkan pembelajaran agar lebih fokus pada kenyamanan dan kebutuhan siswa, yang disebut sebagai kurikulum cinta.

Bimtek ini menghadirkan narasumber berkompeten di bidangnya. Pemateri pertama, Eneng Uswatun Hasanah, menyampaikan materi bertajuk “Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Ia menekankan bahwa pembelajaran mendalam bukanlah kurikulum tersendiri, melainkan pendekatan yang menjadi akar dalam proses pembelajaran di kelas. “Inilah pondasi yang akan menumbuhkan pemahaman dan karakter siswa secara holistik,” jelasnya.

Sesi selanjutnya diisi oleh Septy Andari Putri yang membawakan materi mengenai Kurikulum Berbasis Cinta. Ia mengajak para guru untuk membangun relasi belajar yang lebih empatik, humanis, dan bermakna bagi peserta didik. Kegiatan Bimtek ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan para pendidik menghadapi masa depan pendidikan yang lebih adaptif, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan potensi siswa secara utuh. (MAN IC Siak/Hd)