0 menit baca 0 %

Pemberantasan Buta Aksara Al Quran, Penyuluh Fungsional KUA Kuantan Mudik Giat Lakukan Bimbingan

Ringkasan: Kuansing (Inmas) Sebagai ummat Islam sepantasnya kita memahami isi kandungan kitab suci Al Qur'an dengan baik. Oleh karena itu sudah menjadi keharusan pula setiap individu muslim harus mampu dan fasih membaca ayat-ayat yang terdapat dalam kitab yang mulia itu. Bagaimana bisa memahami Al Quran denga...

Kuansing (Inmas) Sebagai ummat Islam sepantasnya kita memahami isi kandungan kitab suci Al Qur'an dengan baik. Oleh karena itu sudah menjadi keharusan pula setiap individu muslim harus mampu dan fasih membaca ayat-ayat yang terdapat dalam kitab yang mulia itu. 


Bagaimana bisa memahami Al Quran dengan baik, jika membaca ayat demi ayat saja tidak lancar atau tidak bisa sama sekali. Dan bagaimana pula kita bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari? Umat Islam harus peduli terhadap persoalan ini. Betapa masih banyak orang yang tidak bisa membaca Al Quran. 


Hal tersebut menjadi salah satu fokus pembinaan Penyuluh Fungsional Kantor Urusan Agama Kecamatan Kuantan Mudik, Ipi Yusanti, S.Ag. Menyikapi hal tersebut ia mengatakan bahwa persoalan semacam ini membutuhkan kepedulian semua pihak agar jumlah yang belum bisa baca tulis Al Qur'an bisa diminimalisir. 


Jum'at pagi (01/03/2024), sebagai Penyuluh Fungsional KUA Kuantan Mudik, Ipi Yusanti, S.Ag., melakukan bimbingan di Madrasah Aliyah Yayasan Pendidikan Kuantan Mudik (YPKM) Lubuk Jambi. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan satu kali sepekan setiap hari Jum'at, dimulai dari pukul 07.15 sampai 09.00 WIB. 


Dalam pembagian kelompok bimbingan, Ipi Yusanti membagi ke dalam 4 (empat) kelompok. Kelompok pertama ialah kelompok Iqra', Kelompok kedua Tahsin, kelompok ketiga Tahfiz, dan kelompok keempat Muhadharah. Pesertanya adalah siswa-siswi kelas I sampai kelas III Madrasah Aliyah YPKM yang belum lancar membaca Al Qur'an. 


"Kegiatan bimbingan Program Pemberantasan Buta Aksara Al Quran ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan aktivitas pembelajaran ekstra kurikuler yang kami bimbingan langsung bekerja sama dengan beberapa orang guru pembimbing kegiatan ekstra kurikuler di Madrasah Aliyah YPKM Lubuk Jambi," terang Ipi Yusanti. 


Ipi Yusanti berharap, semoga dengan kerjasama ini tidak ada lagi generasi yang tidak mampu membaca Al Qur'an. Dia juga menambahkan, semoga siswa-siswi yang sudah bisa membaca Al Qur'an, minimal mampu menghafal Juz 30. Setelah menamatkan pendidikan di Madrasah Aliyah ini, siswa-siswi diharapkan sudah mempunyai bekal untuk diterapkan di kehidupan bermasyarakat. (YZG)