0 menit baca 0 %

Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Riau Hadiri Pembinaan Umat di Wilayah 3T Desa Nerlang, Kepulauan Meranti

Ringkasan: Meranti(Kemenag)  Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Tarjoko didampingi oleh Penyelenggara Buddha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti, Metawati dan rombongan, menghadiri kegiatan pembinaan umat Buddha di wilayah Terluar, Terdepan...

Meranti(Kemenag) – Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Tarjoko didampingi oleh Penyelenggara Buddha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti, Metawati dan rombongan, menghadiri kegiatan pembinaan umat Buddha di wilayah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (3T), tepatnya di Desa Nerlang, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, pada Rabu (16/7/2025).

Kehadiran Pembimas Buddha beserta tim merupakan bentuk nyata komitmen Kementerian Agama dalam memberikan perhatian yang merata kepada seluruh umat, termasuk di daerah yang memiliki keterbatasan akses.

Dalam kegiatan tersebut, para umat Buddha mendapatkan pembinaan keagamaan, penguatan nilai-nilai moderasi beragama, serta dorongan untuk terus menjaga kerukunan dan semangat keberagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Meski berada di wilayah 3T, semangat umat di Desa Nerlang luar biasa. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus hadir dan memberikan pelayanan keagamaan yang berkelanjutan,” ujar Tarjoko dalam sambutannya.

Penyelenggara Buddha Kankemenag Kepulauan Meranti menyampaikan bahwa kondisi ruangan yang terbatas tidak mengurangi antusiasme umat dalam mengikuti pembinaan. Metawati mengapresiasi kebersamaan dan semangat warga Desa Nerlang dalam menyambut kegiatan tersebut.

“Walau dalam ruangan yang terbatas, semangat kebersamaan membuat kami tetap bertahan dan bersemangat. Semoga umat di Nerlang dapat terus memperoleh pelayanan dan pembinaan keagamaan dengan baik,” ungkapnya.

Kegiatan ini turut diisi dengan dialog keagamaan, tanya jawab seputar ajaran Buddha, serta penyerahan dukungan moril dan materiil sebagai bagian dari penguatan layanan keagamaan di daerah terpencil.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan umat Buddha di wilayah 3T tetap mendapatkan bimbingan spiritual yang memadai dan terus merawat nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan bermasyarakat. (T)