Kemenag (Riau) – Pembimbing Masyarakat Kristen Kantor
Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Armin Antoni Silaban menjadi salah
satu narasumber dalam acara Pembekalan dan Pembinaan Penyuluh Agama Kristen di
Lingkungan Kanwil Kemenag Prov. Riau Tahun 2025 pada Jumat (11/07/2025) di
Angkasa Garden Hotel Pekanbaru. Acara yang ditaja oleh Kelompok Kerja Penyuluh
(Pokjaluh) Agama Kristen bersama Bimas Kristen Riau ini berlangsung selama dua
hari Kamis-Jumat, 10-11 Juli 2025 dan dihadiri sebanyak 56 orang peserta.
Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini meliputi 50 orang Penyuluh Agama
Kristen PPPK dan CPNS dari Kabupaten / Kota dan 6 orang Penyelenggara Kristen
Kemenag Kabupaten/Kota se-provinsi Riau.
Dalam kesempatan ini, Armin menyampaikan materi pembekalan
tentang Isu-Isu strategis Program Bimas Kristen dan tantangan Penyuluh Agama
Kristen di Provinsi Riau. Armin menjelaskan bahwa Penyuluh Agama Kristen
sebagai bagian dari keluarga besar Bimas Kristen harus mampu memahami isu-isu
strategis program Bimas Kristen
“Bapak/Ibu Penyuluh Agama Kristen adalah bagian dari
keluarga besar bimas Kristen dan untuk itu sebagai ujung tombak yang langsung
bersentuhan dengan masyarakat, harus dapat memahami isu-isu strategis program
bimas Kristen sehingga nantinya para penyuluh melalui fungsinya mampu
mengedukasi dan mencerdaskan masyarakat.” Ujar Armin
Armin juga menjelaskan berbagai tantangan-tantangan masa kini bagi Penyuluh Agama Kristen yang meliputi: (1) sekularisasi & penurunan minat agama, (2) kemajuan teknologi dan informasi, (3) toleransi beragama, (4) krisis moral dan etika, (5) kurangnya pembinaan dan sumber daya, (6) perubahan pola komunikasi, dan (7) tantangan internal pribadi.
Adapun untuk
menyikapi berbagai tantangan-tantangan tersebut maka Penyuluh Agama Kristen
harus mampu menjalankan fungsi-fungsinya secara optimal dengan menjadi komunikator
yang baik dan menjadi Penyuluh yang SMART.
Ada empat skill yang harus dimiliki oleh seorang Penyuluh
untuk dapat menjadi komunikator yang baik yakni: mendengar, membaca, menulis,
dan berbicara. Sedangkan untuk menjadi Penyuluh Agama Kristen yang SMART ada 7
karakter profil yang harus dimiliki yaitu: integritas, nasionalisme,
profesionalisme, wawasan global, penguasaan IT dan bahasa asing, hospitality,
networking, dan jiwa enterpreneurship.
Terlihat antusias dari para Peserta tatkala dalam kesempatan
ini peserta menyampaikan sharing terkait kendala-kendala permasalahan di
lapangan yang sering dijumpai oleh para Penyuluh Agama Kristen.
Kegiatan Pembekalan dan Pembinaan Penyuluh Agama Kristen di
lingkungan Kanwil Kemenag Prov. Riau yang berlangsung selama dua hari ini
berjalan dengan lancar dan kondusif. Selanjutnya acara ini ditutup oleh
Pembimas Kristen Armin Antoni Silaban. Dalam sesi acara penutupan, suasana
keakraban dirasakan oleh para Penyuluh Agama Kristen tatkala Pembimas Kristen
Armin membersamai, menyemangati, dan memberikan arahan kepada para Penyuluh
Agama Kristen.
“Bapak/Ibu para Penyuluh Agama Kristen tidak terasa dua hari
telah berlalu, kiranya kebersamaan kita ini boleh menyegarkan, memberikan
energi baru, dan terobosan bagi para penyuluh agama kristen untuk menjadi
Penyuluh yang berdampak” Imbuh Pembimas Kristen Armin.
Tampak hadir dalam kegiatan ini, Ka. Kanwil Kemenag Prov. Riau H. Muliardi, Pembimas Kristen Armin Antoni Silaban, Kasubdit Penyuluh Ditjen Bimas Kristen RI Efendy Hutabarat, Ketua Pokjaluh Agama Kristen Risda Hasugian, Penyelenggara Kristen Kemenag Kota Dumai Osti Sirait, Penyelenggara Kristen Kemenag Kab. Pelalawan Jernih Simatupang, Penyelenggara Kristen Kemenag Kab. Siak Denggan Simatupang, Penyelenggara Kristen Kab. Rokan Hulu Rode Manurung, Penyelenggara Kristen Kemenag Kab. Bengkalis Ronauli Siahaan, mewakili Kemenag kab. Kampar Edi Yen Piter Silaban, Staf Bimas Kristen Eronika Damanik, dan Penyuluh Agama Kristen PPPK dan CPNS dari Kab/kota se-provinsi Riau.