0 menit baca 0 %

Pembimas Kristen Buka Musyawarah Tahunan Mupel GPIB Wilayah Saribu Tahun 2025

Ringkasan: Riau (Kemenag) Pembimbing Masyarakat Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Armin Antoni Silaban didampingi Penyuluh Agama Kristen Panangian Simanjuntak hadiri acara Pembukaan Musyawarah Tahunan Mupel Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Wilayah Sumatera Barat-Riau-Bengk...

Riau (Kemenag) – Pembimbing Masyarakat Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Armin Antoni Silaban didampingi Penyuluh Agama Kristen Panangian Simanjuntak hadiri acara Pembukaan Musyawarah Tahunan Mupel Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Wilayah Sumatera Barat-Riau-Bengkulu (Saribu) yang berlangsung pada Jumat (21/03/2025) bertempat di Hotel Cititel Pekanbaru. Kegiatan ini dihadiri oleh peserta yang merupakan pendeta / hamba Tuhan, pimpinan gereja atau utusan GPIB yang tergabung dalam Wilayah Saribu. 

Mustah yang mengusung tema “Memperteguh Pangilan dan Pengutusan Gereja secara Inter generational dengan Mendayagunakan Teknologi Digital untuk Mewujudkan Kasih Allah dalam Seluruh Ciptaan” (Yesaya  42:5-7) akan berlangsung selama dua hari, mulai Jumat s/d Sabtu (21-22 Maret 2025). Adapun GPIB Jemaat Gibeon Rumbai menjadi tuan rumah pelaksana dalam kegiatan mustah ini.

Rangkaian kegiatan pembukaan Mustah diawali dengan ibadah yang berlangsung dengan khidmat dan pesan firman Tuhan atau khotbah disampaikan oleh Pdt. Patricia Lisa Pangestu-Syaranamual. Dalam khotbahnya dari Yesaya  5:1-2, Pdt. Patricia mengingatkan dan mendorong peserta untuk menghasilkan buah yang diharapkan oleh Tuhan melalui kehidupan yang nyata. 

Selepas ibadah selesai, selanjutnya Mustah secara resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Pembimas Kristen Armin Antoni Silaban didampingi Jajaran Badan Pelaksana (BP) Mupel GPIB Wilayah Sumbar-Riau-Bengkulu Periode 2022-2025.

Dalam kesempatan ini, Pembimas Kristen Armin yang juga akrab disapa AAS menyampaikan arahan dan bimbingannya kepada para peserta Mustah. Seraya berpantun Armin menyampaikan agar GPIB terus berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. 

“agar gereja dapat berdampak nyata, maka ada tiga peran utama gereja dalam membentuk karakter jemaat dan masyarakat yaitu: (1) membimbing umat agar memiliki karakter yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani, seperti kejujuran, kasih, dan tanggung jawab; (2) menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat dengan menjunjung tinggi integritas dan moralitas; (3) mendorong perubahan sosial positif dengan mengaplikasikan ajaran Alkitab dalam kehidupan sehari-hari.” Papar Armin 

Armin juga mengingatkan tentang pentingnya prinsip keteladanan hidup yang terpancar dari para pemimpin rohani agar umat yang dibimbing dapat mengikuti dan mau mendengar.  

“kita harapkan para pemimpin gereja, para pengkhotbah, orang-orang yang memberikan hatinya untuk Tuhan, harus dapat menjadi teladan hidup agar umat yang dibimbing dapat mengikuti dan mau mendengar.” Ucap Armin

Armin juga mendorong agar gereja dapat terus berdampak dalam keberagaman kehidupan di tengah masyarakat. Mengutip pesan dari Menteri Agama Nasaruddin Umar, Armin menjelaskan bahwa semakin kita mau belajar dengan ajaran agama kita sendiri maka semakin mudah kita untuk menghargai agama lain. Akan tetapi semakin dangkal pemahaman kita terhadap ajaran agama kita sendiri maka semakin mudah kita menyalahkan orang lain. 

“kita berdiam dan tinggal di dalam keberagaman, mari kita terus perkuat pelayanan yang oikumenis dan kehidupan beragama yang moderat di tengah masyarakat” Imbuh Armin

Selanjutnya Armin juga berpesan agar gereja dapat sehat secara administrasi.

“gereja yang sehat juga tercermin dari administrasinya, ada tiga surat yang perlu diurus oleh gereja lokal yaitu, (1) SHM atas nama gereja yang diterbitkan oleh BPN di daerah, (2) Surat Tanda Lapor / STL yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama, dan (3) IMB oleh Bupati atau Walikota.” Jelas Armin 

Menutup arahannya, Armin mendoakan agar Mustah berjalan dengan lancar dan hasil mustah membuat GPBI dapat berdampak dan menjadi berkat bagi masyarakat.

“saya yakin hikmat Tuhan mengalir dan menyertai Bapak/Ibu sehingga apa pun yang dihasilkan dalam mustah dan muswil ini membuat gereja GPIB dapat menjadi berkat bagi masyarakat dan nama Tuhan dipermuliakan.” Tutup Armin

Ketua BP Mupel GPIB Wilayah Saribu Periode 2022-2025, Pdt. Claudya I. Yosep-Sahertian menyampaikan terima kasihnya atas kehadiran Pembimas Kristen Armin. Beberapa tujuan dari Mustah tahun 2025 juga disampaikannya, yakni: mengevaluasi PKA tahun 2024-2025, menyusun PKA tahun 2025-2026, memutuskan hal-hal penting terkait pemanggilan dan pengutusan gereja di wilayah saribu, serta sinergitas gereja, bangsa, dan negara, dan melaksanakan proses pemilihan bagi Badan Pelaksana Mupel periode 2025-2027. 

Kegiatan Pembukaan Mustah ditutup dengan foto bersama dan dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan musyawarah tahunan yang berlangsung selama dua hari. (ian).