Riau (Kemenag) Pembimbing Masyarakat Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Armin Antoni Silaban didampingi Penyuluh Agama Kristen Panangian Simanjuntak menghadiri acara Pembukaan Musyawarah Kerja (Mukerda) XXV GBIS daerah Riau yang berlangsung pada Selasa (19/11/2024) di Hotel Angkasa Garden Pekanbaru. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini merupakan pendeta atau gembala sidang GBIS daerah Riau.Â
Mukerda yang mengusung tema “Berbicaralah Sebab Hamba-Mu ini Mendengar” (1 Samuel 3:1) akan berlangsung selama dua hari, mulai selasa s/d rabu (19-20 november 2024).
Pembukaan kegiatan mukerda ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua Majelis Daerah Riau GBIS, Pdt. R. Hisar Hasugian bersama Pembimas Kristen Armin Antoni Silaban dan jajaran pengurus Majelis Daerah Riau GBIS.
Seraya menyampaikan pantun, Pembimas Kristen Armin yang juga akrab disapa AAS mengucapkan selamat atas pelaksanaan mukerda GBIS Daerah Riau 2024 dan menyampaikan harapannya agar pelayanan GBIS terus menjadi berkat.Â
“Kami mengucapkan selamat atas pelaksanaan Musyawarah Kerja (Mukerda) XXV GBIS daerah Riau dan kiranya Tuhan menyertai bapak / ibu dan saya berharap melalui hasil mukerda ini pelayanan GBIS dapat terus menjadi berkat dalam menghadirkan shalom di bumi lancang kuning ini.” Ujar Pembimas Kristen Armin AAS
Pembimas Kristen Armin AAS juga mendorong agar GBIS dalam pelayanannya dapat menjadi gereja yang sehat, smart, dan moderat. Gereja yang sehat secara institusi adalah gereja yang sehat dalam tata administrasinya. Surat Tanda Lapor (STL) gereja menunjukkan bahwa gereja telah terdaftar secara organisasinya, dan pelayanannya di kementerian agama. Sebaliknya gereja yang tidak memiliki STL maka secara institusi gereja tersebut belum terdata di administrasi pemerintahan. Saat ini dan kedepannya seluruh pelayanan terkait gereja di institusi pemerintahan, haruslah gereja dapat menunjukkan STL sebagai bukti legalitas gereja lokal di pemerintahan.Â
Selanjutnya gereja yang smart adalah gereja yang mampu menguasai teknologi dan menerapkannya dalam pelayanan. Perkembangan teknologi dan informasi semakin cepat dan saat ini kita telah memasuki perkembangan teknologi 5.0. Era digital dan media sosial sangat terasa dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Untuk itu gereja harus mampu menggunakan media sosial sebagai ruang publik dalam pelayanannya. Kemudian gereja yang moderat adalah gereja yang memiliki pemahaman moderasi beragama sehingga melalui pelayanannya gereja dapat diterima masyarakat.Â
“saya juga mendorong agar gereja GBIS dapat menjadi gereja yang sehat, yaitu sehat secara institusi terdaftar di pemerintahan, menjadi gereja yang smart, mampu menguasai teknologi, media sosial dalam pelayanannya, dan menjadi gereja yang moderat” Imbuh Pembimas Kristen Armin AAS seraya diikuti seruan tagline GBIS sehat, GBIS smart, dan GBIS moderat oleh seluruh peserta mukerda.
Menutup arahannya, Pembimas Kristen Armin juga menghimbau agar gereja dapat menjadi penyejuk dalam menciptakan suasana pilkada yang damai.
“dalam suasana masa pilkada ini mari kita ciptakan suasana pilkada yang damai, khususnya para pemimpin gereja jadilah penyejuk di tengah pilihan yang berbeda”
Lebih lanjut Armin mengingatkan agar gereja tidak digunakan sebagai tempat kampanye atau sosialisasiÂ
“Hindari gereja menjadi tempat sosialisasi atau kampanye” sambungnyaÂ
Ketua Majelis Daerah Riau GBIS Pdt. R. Hisar Hasugian menyampaikan terimakasihnya atas kehadiran dan arahan dari Pembimas Kristen Armin.
"Kami mengucapkan terimakasih yang sebesarnya pak atas kehadiran dan arahan dari pak Pembimas mencerahkan bagi kami dalam pelayanan gereja ke depannya" Kata Pdt. R. Hisar HasugianÂ
Tampak hadir dalam kegiatan ini, Pembimas Kristen Armin Antoni Silaban didampingi Penyuluh Agama Kristen Panangian Simanjuntak, Ketua Majelis Daerah Riau GBIS Pdt. Hisar hasugian dan jajarannya, dan para pendeta GBIS dari daerah kabupaten/kota dalam wilayah MD Riau.
Acara pembukaan mukerda ini ditutup dengan foto bersama. (ian).