Riau (humas)- Lembaga Pengembangan Tripitaka Gatha (LPTG) merupakan wadah untuk menyalurkan aspirasi dan pembinaan terhadap umat Buddha. Maka kegiatan pembinaan sudah tepat dilaksanakan terhadap para official dan calon peserta Swayamvara Tripitaka Ghata (STG) provinsi Riau.
"Umat agama kita memang perlu terus dibina seperti yang sudah berjalan selama ini oleh para tokoh tokoh agama Buddha," katanya.
Demikian diutarakan Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA saat memberi sambutan pada acara Pembinaan terhadap para Official dan Calon Peserta Swayamvara Tripitaka Gatha Provinsi Riau, di Novotel Hotel Pekanbaru, Minggu (18/10).
Mahyudin dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak khususnya Lembaga Pengembangan Tripitaka Gatha yang sudah menjalin kerja sama menyelenggarakan kegiatan pembinaan tersebut.
Selain itu, Kakanwil mengajak para official meski pun belum dilantik, dikarenakan wabah pandemi yang melanda bangsa Indonesia, sudah mulai menyusun dan merancang dan langkah langkah dalam menghadapi perlombaan di bidang kreasi seni dan budaya yang terkandung dalam kitab suci Tripitaka untuk tahun mendatang.
Pada kesempatan itu Kakanwil sedikit mengisahkan pengalamannya yang cukup bersejarah. "Saya sebagai Kakanwil juga baru dilantik sebagai ketua LPTQ Provinsi Riau salah satu even keagamaan dalam agama Islam, ini ditunjuk langsung oleh Gubernur, sementara selama ini yang menjadi ketua LTPQ ini adalah Sekda, atau Asisten, bersyukur saya bisa diamanahi langsung oleh Gubri dan dilantik pada tanggal 26 September lalu," ungkapnya diiringi tawa riuh hadirin.
Lebih lanjut, Mahyudin MA dalam arahannya mengatakan kesiapan Riau sebagai tuan rumah pelaksanaan STG tahun ke – 16 tidak diragukan lagi, mengingat dukungan yang begitu besar dari para ketua Majelis Agama Buddha, termasuk juga dukungan dari Pemerintah Provinsi Riau.
“Pak Gubernur juga berharap even tiga tahunan yang memperebutkan piala Presiden ini, agar terlaksana di Bumi Lancang Kuning suatu saat,” ujar Mahyudin pada acara yang dibuka oleh Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI ini.
Ia mengisahkan, sudah membicarakan hal tersebut dengan Dirjen Bimas Buddha pada rakernas lalu.
"Bapak Dirjen sudah membicarakan bahwa akan ada even nasional, maka kita tunggu arahan dari bapak Dirjen, bagaimana suatu saat nanti Riau bisa menjadi tuan rumah kegiatan ini," katanya.
Menurutnya harapan itu tidak berlebihan. Mengingat sejauh ini, semangat dari umat Buddha, terutama para tokoh agamanya, bekerja sama dengan Kanwil Kemenag Riau sudah terjalin sangat luarbiasa.
Untuk itu, atas kerja sama yang sudah terbangun dan terjamin selama ini. Tentu saja untuk menggelar even nasional, pihaknya optimis bisa berjalan dengan sukses di Provinsi Riau.
"Terlebih lagi Pembimas Buddha bapak Tardjoko ini sangat fokus dan intens dalam pembinaan terhadap umat Buddha," ucapnya mengapresiasi Pembimas Buddha.
Hal ini ditandai dengan perhatian dan kepedulian umat Buddha beserta para tokohnya dalam menangani umat yang terdampak wabah Covid-19.
"Baru baru ini saja Kanwil Kemenag Riau bertubi-tubi mendapatkan bantuan masker dan desinfektan karena wabah covid-19 dari sejumlah lembaga dan yayasan Umat Buddha, ini tentu saja menggambarkan kerjasama dan kekompakan Pembimas Buddha dengan lembaga agama Buddha di Riau sangat luarbiasa," tukasnya.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh lembaga LPTG Provinsi Riau ini dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA, Pembimas Buddha Tradjoko SAg, dan para tokoh agama Buddha.(vera)