Dumai (Inmas) - Acara Pembinaan Kepegawaian di Lingkungan Kementerian Agama Kota Dumai oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, digelar di Ruang Multimedia MAN 1 Kota Dumai. Acara Pembinaan Kepegawaian disampaikan langsung oleh Ka. Kanwil Kemenag Riau Dr. H. Mahyudin, MA sekaligus menyampaikan pencegahan dan prokes (Protokol Kesehatan) Covid-19 di Lingkungan Kementerian Agama Provinsi Riau, didampingi Kakan Kemenag Dumai Drs. H. Syafwan dan Kasubbag TU Kankemenag Dumai Drs. H. Ade A. Yani berserta rombongan Kanwil Kemenag Riau. Selasa, 06 Oktober 2020 sekira pukul 10.00 WIB. Dihadiri Kasi/Penyelenggara, Pengawas, Ka. KUA se-Kota Dumai, Ka. Madrasah Negeri dan Ka.TU, ASN Kankemenag Dumai, PNS pada KUA Kecamatan dan Madrasah Negeri di Lingkungan Kementerian Agama Kota Dumai.
Ka. Kanwil Kemenag Riau Dr. H. Mahyudin, MA menjelaskan tidak hadir atau absen kerja bagi pegawai boleh saja, asal dilengkapi dengan surat keterangan resmi. Keterangan ini beliau ungkapkan saat menjadi narasumber pembinaan kepegawaian di lingkungan Kemenag Kota Dumai.
Selain itu beliau menambahkan segala peraturan berkaitan dengan ASN telah di atur dalam undang-undang. Bagi mereka yang telah melanggar peratuan tersebut tentu ada konsekuensi berdasar jenjang pelanggaran kedisiplinan. Sanksi bisa berawal dari peneguran lisan, tertulis, hingga yang paling berat pemberhentian dengan tidak hormat, tegas beliau.
Absen elektronik/android yang telah ada di kantor sebaiknya digunakan dengan sebaik mungkin. Taati peraturan jam masuk dan pulang. Apabila terlambat datang, akan dikonversi secara akumulatif dan terpengaruh pada tunjangan kinerja yang akan di berikan kepada pegawai, tambah H. Mahyudin.
Selain dari itu H. Mahyudin juga menjelaskan keterkaitan mutasi, kenaikan pangkat dan golongan bagi pegawai di lingkungan Kemenag. Hal tersebut, ia lakukan dalam upaya menjawab pertanyaan yang di sampaikan salah satu peserta pembinaan kepegawaian, terhadap jenjang kenaikan pangkat pada pegawai struktural dan fungsional. Terangnya
Sementara itu, untuk aturan kepegawaian ASN sebagian diterapkan pada pegawai honorer. Tentu saja boleh dilakukan, terutama berkaitan tugas pokok dan fungsi mereka di tempatkan pada posisi yang ia emban, tutup Ka. Kanwil Kemenag Riau. (Arief)