0 menit baca 0 %

Pembinaan Mental dan Spiritual: PAI KUA Dumai Timur Sentuh Janda Mustahiq UPZ YKM Wilmar

Ringkasan: Dumai (Kemenag) Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dumai Timur kembali memperkuat fungsi pembinaan keagamaan di masyarakat. Kali ini, fokus penyuluhan ditujukan kepada para janda mustahiq (penerima manfaat) yang berada di bawah binaan UPZ Yayasan Keluarga Muslim (YKM) PT...

Dumai (Kemenag) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dumai Timur kembali memperkuat fungsi pembinaan keagamaan di masyarakat. Kali ini, fokus penyuluhan ditujukan kepada para janda mustahiq (penerima manfaat) yang berada di bawah binaan UPZ Yayasan Keluarga Muslim (YKM) PT Wilmar, Kamis (27/11/2025) Siang bertempat di Masjid Hasan Basri, Kelurahan Bukit Batrem.

Acara ini merupakan wujud nyata sinergi Kementerian Agama (Kemenag) Kota Dumai dan UPZ YKM Wilmar dalam memberikan dukungan spiritual dan mental kepada kelompok rentan.

Tiga PAI KUA Dumai Timur  M. Fadilissyakur.S, S.H., Iqbal Habibullah, S.Sy, dan Toto Muliadi, S.Sy hadir sebagai narasumber utama untuk memberikan materi yang bertujuan menguatkan keimanan dan motivasi.

Dalam penyampaiannya, materi-materi difokuskan pada penguatan spiritualitas dan kemandirian. Materi yang disampaikan tentang konsep sabar dan ikhlas dalam menghadapi takdir (qada dan qadar), pentingnya husnuzan (berbaik sangka) kepada Allah, serta motivasi mencari nafkah yang halal dan berkah.

Para penyuluh menekankan bahwa status sebagai janda mustahiq harus dijadikan pemicu untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan membangun optimisme dalam menjalani kehidupan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh pengurus UPZ YKM Wilmar dan beberapa anggota majelis UPZ YKM Wilmar, menunjukkan dukungan penuh yayasan terhadap pembinaan non-materi.

Perwakilan pengurus UPZ YKM Wilmar Akhir Muda Harahap, S.H menyampaikan apresiasi atas waktu dan ilmu yang telah dibagikan oleh tim PAI KUA Dumai Timur. "Kami berterima kasih kepada Penyuluh Agama KUA Dumai Timur yang telah memberikan suntikan motivasi keagamaan ini. Bantuan material memang penting, tetapi kekuatan hati dan ilmu agama adalah modal utama bagi ibu-ibu untuk mandiri dan mendidik anak-anak mereka," ungkap Akhir Muda Harahap.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan sesi dialog interaktif. Para janda mustahiq terlihat antusias mendengarkan dan mengajukan pertanyaan, mencerminkan kebutuhan mereka akan bimbingan keagamaan.

Acara ditutup dengan do'a bersama, memohon keberkahan dan kekuatan bagi para peserta dalam menjalani peran mereka sebagai kepala keluarga.(Fadli/Iqbal/Toto/Ayu)