Kuansing (Kemenag) - Kamis (17/07/2025) bertempat di Kantor Urusan Agama Kecamatan Cerenti dilaksanakan kegiatan pembinaan mental pegawai. Pembinaan Mental Pegawai merupakan rutinitas Pegawai di Kantor Urusan Agama Kecamatan Cerenti yang dilaksanakan setiap kamis pagi dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan kerja pegawai, baik dari segi pengetahuan, keterampilan maupun sikap kerja pegawai di Kantor Urusan Agama Kecamatan Cerenti.
Pada acara tersebut, yang bertindak sebagai pembaca Al-Quran adalah Penghulu Kecamatan Cerenti M. Fiqkri Alparizi, penceramah adalah penyuluh Kecamatan Cerenti ibu Junarmi sekaligus pembaca doa, kemudian arahan oleh Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Cerenti, bapak Rismandianto.
Pada kultum yang berjudul menjaga lisan tersebut, bu Junarmi Kultum menyampaikan bahwa lisan meskipun tidak mempunyai tulang tetapi rasa sakit kata yang dikeluarkan oleh lidah sakit dan menusuk sampai ke hati.
Di dalam kultum tersebut juga menjelaskan bahwa Perkataan sia-sia tidak hanya mengurangi pahala, tapi juga bisa mengeraskan hati. Manusia diminta untuk memperhatikan setiap kata yang keluar dari mulutnya karena semuanya akan dipertanggungjawabkan. Menjaga lisan berarti juga menjaga kualitas hidup spiritual, karena apa yang kita ucapkan mencerminkan isi hati dan keimanan seseorang.
Junarmi juga mengajak kepada seluruh pegawai Kantor Urusan Agama Kecamatan Cerenti agar menjaga lisannya. “ Sebagai pelayanan masyarakat, baik dalam bekerja melayani masyarakat atau dalam sehari-hari kita, Kita tetap harus memilih kata-kata yang baik. Karena sesungguhnya masyarakat luas melihat wajah Kementerian Agama telah ada di wajah kita sebagai pegawai Kementrian Agama”. Ujar Junarmi
Lalu, arahan dari Rismandianto sebagai kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Cerenti menegaskan tentang sikap pegawai di depan masyarakat “sebagai Pegawai Kementerian Agama yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, kita harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat umum, dan selalu berkata-kata dengan perkataan yang baik”. Tegas Rismandianto.
Akhirnya, kegiatan pembinaan ditutup dengan Doa yang dipimpin oleh M. Fikri. (FA)