0 menit baca 0 %

Pembinaan Mental Rohani Pegawai, Jabrius Jas Bahas Etos Kerja Menurut Islam

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) - Pembinaan mental pegawai Kantor Kemenag Kuansing dilaksanakan hari Kamis setiap minggu. Adapun pelaksana hari ini penyuluh Agama Islam Kuantan Tengah, sebagai MC Irwan Sutrisno pegawai Kankemenag, pembaca Ayat Suci oleh Fitro Hamdani, Penyuluh agama Islam Kuantan Tengah, dan pen...

Kuansing (Kemenag) - Pembinaan mental pegawai Kantor Kemenag Kuansing dilaksanakan hari Kamis setiap minggu. Adapun pelaksana hari ini penyuluh Agama Islam Kuantan Tengah, sebagai MC Irwan Sutrisno pegawai Kankemenag, pembaca Ayat Suci oleh Fitro Hamdani, Penyuluh agama Islam Kuantan Tengah, dan pentausyiah ustadz Jabrius Jas. Aula Kemenag Kuansing, Kamis, 26 Juni 2025.

Jabrius Jas dalam tausyiahnya beliau menyampaikan bahwa "etos kerja dalam Islam adalah semangat untuk bekerja, bekerja itu bukan hanya untuk mencari rezeki, tapi bekerja mengandung ibadah," ungkapnya.

Hadist Rasulullah Riwayat Bukhari, siapa yang bekerja dengan ikhlas untuk anak dan istrinya, dia akan mendapat pahala sama dengan pahala jihad dijalan Allah SWT. 


Artinya intinya adalah kita bekerja harus ikhlas. Kemudian yang kedua kita dalam Islam tidak boleh bermalas-malasan dan dianjurkan Rajib bekerja untuk mendapatkan rezeki yang halalan Thoyyiban. Bekerja Dengan cara yang tidak baik dan haram, itu dilarang oleh Allah SWT. 

Rezeki tersebut kriterianya, ada tiga macam :

1. Rezeki didapat dari cara halal dan dibelanjakan dengan cara halal 

2. Rezeki didapat dari halal dibelanjakan dengan cara haram 

3. Rezeki didapat dan dibelanjakan dengan cara haram 

"Padahal rezeki dalam Islam, hanya satu yaitu rezeki kita itu, didapat dan dibelanjakan dengan cara Halal," terang Jabrius Jas. 

Kasubag TU H. Bakhtiar yang mewakili Kankemenag Kuansing menyampaikan "hari ini harus lebih baik dari kemaren, dialah beruntung. Siapa yang hari ini sama dengan hari kemaren, orang itu termasuk merugi. Sedangkan orang yang lebih buruk hari ini dengan hari kemaren, maka Termasuk orang itu celaka," ungkap Bakhtiar.  

Selanjutnya beliau menyampaikan, ASN itu ada 4 kriteria dalam bekerja yaitu : 

1. Mau dan mampu bekerja diberi posisi yang sesuai oleh pimpinan.

2. Mau tapi tidak mampu, ini diikutkan Diklat 

3. Mampu tapi tidak mau dan malas, maka ini perlu dibina, diberi nasehat.

4. Tidak mampu dan tidak mau juga malas, maka selesailah, mungkin dibiarkan saja, tidak dihiraukan lagi. 

Selanjutnya Bakhtiar melanjutkan Kafilah MTQ Kuansing sudah berangkat ke Kab. Bengkalis. Kegiatan MTQ tahun ini pelaksanaan terlama di Provinsi Riau. 

Hadir dalam kegiatan tersebut adalah Kasubag TU Kankemenag H. Bakhtiar, kepala KUA Kuantan Tengah, H. Jefri Eriadi dan staf, dan semua pegawai ASN Kantor Kemenag Kuansing.( Pri )