0 menit baca 0 %

Pembinaan Penguatan Moderasi Beragama di MTsN 1 Kota Dumai

Ringkasan: Dumai (Kemenag) - Dalam upaya memperkuat pemahaman dan implementasi nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan madrasah, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Dumai menggelar kegiatan Pembinaan dan Penguatan Moderasi Beragama bagi para pendidik dan tenaga kependidikan.

Dumai (Kemenag) - Dalam upaya memperkuat pemahaman dan implementasi nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan madrasah, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Dumai menggelar kegiatan Pembinaan dan Penguatan Moderasi Beragama bagi para pendidik dan tenaga kependidikan. Acara ini bertujuan membentuk ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, toleran, dan berbasis nilai-nilai keagamaan yang moderat, Jum’at (13/12/2024) di Aula MTsN 1 Kota Dumai

Kegiatan ini menghadirkan H. Ismail Abas ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kota Dumai sebagai narasumber. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai moderasi beragama dalam dunia pendidikan. Menurutnya, moderasi beragama bukan hanya konsep teoretis, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari baik di masyarakat maupun lingkungan madrasah.

"Moderasi beragama itu bukan hanya soal menghormati perbedaan, tapi juga bagaimana kita bisa mengedukasi siswa untuk bersikap adil, bijaksana, dan tidak ekstrem dalam menjalankan ajaran agama. Pendidikan moderasi ini penting untuk mencegah paham-paham radikal yang bisa merusak harmoni masyarakat." Ujar H. Ismail Abas 

Kepala MTsN 1 Kota Dumai SriMayang Mandra menyampaikan apresiasinya atas kehadiran H. Ismail Abas dan antusiasme peserta. "Saya berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak positif bagi guru dan staf tenaga kependidikan. Dengan pemahaman yang lebih baik, mereka dapat menularkan nilai-nilai moderasi beragama kepada siswa, sehingga tercipta generasi yang menghargai perbedaan dan menjaga kerukunan," Harap Kepala MTsN 1 Kota Dumai

Melalui pembinaan ini, diharapkan MTsN 1 Kota Dumai dapat menjadi contoh madrasah yang mampu membangun karakter siswa berbasis moderasi beragama. Para pendidik dan tenaga kependidikan diharapkan menjadi garda terdepan dalam menyebarluaskan nilai-nilai toleransi dan perdamaian, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas. (Yuli/Ayu)