0 menit baca 0 %

Pembinaan Pengukuran Arah Kiblat dengan Alat Theodolite

Ringkasan: Kampar ( Kemenag )-- Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar yang diwakili Kepala Sub. Bagian Tata Usaha Dirhamsyah didampingi   Penghulu, Penyuluh serta Staf Bimbingan Masyarakat  (Bimas ) Islam ikuti sosialisasi pembinaan kalibrasi pengukuran arah kiblat sekaligus pengenalan  alat digitalis...

Kampar ( Kemenag )-- Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar yang diwakili Kepala Sub. Bagian Tata Usaha Dirhamsyah didampingi   Penghulu, Penyuluh serta Staf Bimbingan Masyarakat  (Bimas ) Islam ikuti sosialisasi pembinaan kalibrasi pengukuran arah kiblat sekaligus pengenalan  alat digitalisasi theodolite

Sosialisasi dilaksanakan di ruang Bimas Islam dan  dilanjutkan praktek  di Halaman    Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kampar Kamis, 5/12/2024

Hadir pada kegiatan ini Mas Jeki Amri Arsiparis Ahli Muda dan Khairulnas  Analis  Potensi Masjid pada urusan Agama Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau yang dihadiri Penghulu dan Penyuluh kecamatan serta staf Bimas Islam.

Khairulnas menyampaikan dengan menggunakan alat digitalisasi ini, pengukuran akan lebih akurat sehingga menumbuhkan rasa kepercayaan masyarakat karena ditunjang alat teknologi canggih .

Khairulnas mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memberikan pembinaan atau pemahaman tentang pengukuran arah kiblat sekaligus pengenalan dan cara penggunaan alat digitalisasi tersebut.

"Pengenalan alat ukur arah kiblat ini penting dilakukan sehingga ketika terjun melaksanakan pengukuran dilapangan, kepercayaan masyarakat kepada Kemenag semakin besar karena menggunakan alat digitalisasi theodolit sebagai media ukurnya," imbuhnya. 

Tambahnya, penggunaan alat theodolit ini menggunakan bantuan sinar matahari sebagai media ukurnya. dan pembinaan di akhiri dengan mempraktekkannya di lapangan.

Sementara itu Kepala Sub. bagian tata Usaha  menyampaikan agar pembinaan yang dilakukan ini  bermanfaat dan alat ini dapat dipergunakan untuk pengukuran arah kiblat nantinya  Dimana selama ini kawan-kawan di Bimas hanya menggunakan Kompas sebagai alat pengukur arah Kiblat. ujarnya ( Fatmi/Cicy/Ags)