0 menit baca 0 %

Pembinaan Penyuluh Agama Islam Fugsional dan Non PNS Angkatan I, H. Erizon Efendi, S.Ag., M.Pd Sampaikan Materi Tentang Moderasi Beragama

Ringkasan: Siak (Inmas) Kamis, (10/02/2022), Bertempat do Hotel Grand Royal Siak, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Siak, H. Erizon Efendi, S.Ag., M.Pd Menyampaikan materi tentang "Moderasi Beragama" pada kegiatan pembinaan bagi penyuluh agama Islam Fungsional dan Non PNS Angkatan I.

Siak (Inmas) – Kamis, (10/02/2022), Bertempat do Hotel Grand Royal Siak, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Siak, H. Erizon Efendi, S.Ag., M.Pd Menyampaikan materi tentang "Moderasi Beragama" pada kegiatan pembinaan bagi penyuluh agama Islam Fungsional dan Non PNS Angkatan I. Kegiatan yang bertema “Membangun Profesionalisme Penyuluh Agama Islam Dalam Rangka Mewujudkan Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan” ini bertujuan untuk mewujudkan mutu, kualitas dan profesionalisme penyuluh.

Kegiatan yang diikuti 58 Penyuluh Agama Islam yang terdiri dari penyuluh agama Islam Fungsional (5 orang) dan Non PNS (53 Orang) dari 8 Kecamatan yang ada di Kabupaten Siak (Siak, Tualang, Bungaraya, Sungai Mandau, Pusako, Minas, Kandis dan Sungai Apit). H. Erizon Efendi, S.Ag., M.Pd dalam materinya menjelaskan bahwa sosialisasi program Moderasi beragama ini adalah salah satu sosialisasi prioritas yang terus digaungkan oleh Kemenag RI.

“Materi Penguatan moderasi beragama yang saya disampaikan ini mudah-mudahan akan menjadi semangat bagi semua penyuluh agama untuk mensosialisasikan moderasi beragama di tempat pengabdian, tidak terkecuali juga menambah wawasan bagi kita untuk menyelipkan nilai nilai moderasi beragama pada setiap kesempatan,” ungkap H. Erizon Efendi.

Selanjutnya, H. Erizon dalam materinya menyampaikan bahwasannya perkembangan teknologi yang terjadi di dunia tidak dapat terelakkan. Persebaran informasi yang begitu masif melalui media elektronik sudah tidak dapat terbendung lagi. “Banyak diantara informasi yang berredar di dunia maya tidak sejalan dengan kepribadian kita sebagai bangsa indonesia, banyak sekali informasi menyesatkan atau hoax beredar di masyarakat melalui media sosial, dan salah satu golongan yang kadang mengakses informasi tersebut adalah umat kita,” ujar H. Erizon.

Erizon menegaskan bahwa dalam rangka membentengi umat dari praktek keagamaan yang tidak sesuai tuntunan agama, maka sosialisasi moderasi beragama harus terus diserukan dengan bijak kepada seluruh elemen umat beragama. “Melalui pertemuan ini saya harapkan program moderasi beragama ini dapat ditanamkan kepada umat beragama, sehingga kedepannya, masyarakat kita terhindar dari praktik keagamaan yang dijalankan tidak selaras dengan spirit agama, kebangsaan dan kebhinekaan.”tegasnya. (Hd)