0 menit baca 0 %

Pemetaan Penyuluh Agama Islam Tentang Penguasaan Wawasan Kebangsaan dan Pemahaman Keagamaan

Ringkasan: Rokan Hulu ( Inmas ) - Sesuai dengan Kepdirjen Bimas Islam nomor 524 tahun 2021 tentang Juklak Pemetaan Penyuluh Agama Tentang Wawasan Kebangsaan dan Pemahaman Keagamaan. Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu gelar kegiatan tentang Pemetaan Penyuluh Agama Islam Tentang Penguasaan Wawasan Kebangsaan...

Rokan Hulu ( Inmas ) - Sesuai dengan Kepdirjen Bimas Islam nomor 524 tahun 2021 tentang Juklak Pemetaan Penyuluh Agama Tentang Wawasan Kebangsaan dan Pemahaman Keagamaan. Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu gelar kegiatan tentang Pemetaan Penyuluh Agama Islam Tentang Penguasaan Wawasan Kebangsaan dan Pemahaman Keagamaan yang di hadiri oleh seluruh Penyuluh Agama Islam di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu.

Penyuluh ini berfungsi sebagai perpanjangan tangan Kementerian yang memainkan peranan dan fungsi strategis dalam memperkuat kehidupan bangsa dan bernegara serta berperan dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan terkait kebijakan pemerintah melalui pendekatan bahasa agama dengan menjalankan fungsinya secara optimal diantarannya Fungsi Edukatif, Informatif, Konsultatif dan Advokatif, demikian disampaikan H Afrialsah Lubis, M.Pd dalam sambutannya sekaligus membuka acara yang digelar, Selasa (31/08) di Aula Kemenag Rohul.

“ Oleh karena itu, kami harapkan kepada bapak ibuk penyuluh ada 2 kompetensi yang akan dievaluasi. yaitu aturan main yang berdasarkan agama dan aturan bermain berdasarkan Negara atau NKRI dan perlu bapak ibu ketahui bahwa yang memerdekakan Indonesia ini diantaranya para kyai, ulama, habaib dan para santri. Semuanya adalah ahli dibidang agama” Jelasnya. 

H Afrialsah juga mengatakan bahwa peran penyuluh agama sangat kompleks sehingga berbagai hal membutuhkan pendekatan dalam perspektif agama, tidak terkecuali dalam usaha mencegah munculnya radikalisme, intoleran, dan aliran sesat di kalangan masyarakat, usaha deradikalisasi masyarakat tentu harus berbanding lurus dengan upaya deradikalisasi dalam diri penyuluh agama itu sendiri, Sehingga tidak ditemukan penyuluh agama Islam yang menyebarkan narasi menolak kebijakan pemerintah. 

“Kita harapkan kita itu sebagai ummaton wasaton yaitu umat yg mencintai negaranya. Penyuluh untuk menyuruh ummat harus lurus, karena apabila tidak kita luruskan maka ummat akan terombang ambing” lanjutnya sembari membuka acara tersebut secara resmi.***(Eel)