Penamas Taja Orientasi Peningkatan Mutu Presenter
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Bidang Penamas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, 21- 24 Juni 2011 menggelar kegiatan Orientasi Peningaktan Mutu Presenter Hikmah Ramadhan se Provinsi Riau tahun 1432 H/ 2011 M. Acara tersebut diikuti oleh 40 orang peserta dari Kab/ Kota dan dibuka oleh oleh Ka Kanwil...
Pekanbaru (Humas)- Bidang Penamas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, 21- 24 Juni 2011 menggelar kegiatan Orientasi Peningaktan Mutu Presenter Hikmah Ramadhan se Provinsi Riau tahun 1432 H/ 2011 M. Acara tersebut diikuti oleh 40 orang peserta dari Kab/ Kota dan dibuka oleh oleh Ka Kanwil Kementerian Prov Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, di dampingi Kabid Penamas, HM Saman S Sos M Si dan Ketua Panitia, Drs Asril.
Ka Kanwil dalam sambutannya mengatakan, menjadi seorang presenter kelihatan mudah padahal dalam aplikasinya cukup berat, karena mencakup segala hal, mulai dari vocal, penampilan dan sebagainya. Terkait dengan wawancara dengan nara sumber, maka seorang presenter harus menguasai dan paham dengan materi yang akan dibicarakan.
"Presenter itu menentukan hidup atau tidaknya suasana, ia jadi penentu menariknya suatu tema yang diangkat. Untuk itu, seorang presenter hendaknya punya wawasan luas dan jarak pengetahuan antara presenter dan nara sumber juga hendaknya tidak terlalu jauh, karena jika ini tidak diperhatikan akan terjadi obrolan yang tidak nyambung," ungkapnya.
Sementara itu Kabid Penamas, HM Saman S Sos di dampingi ketua Panitia Drs Asril, menambahkan, kegiatan tersebut digelar dalam rangka untuk menciptakan seorang yang lebih berani dan bisa menjadi pembicara dengan mengetahui teknik- teknik untuk menjadi presenter yang baik dan tepat. Selain untuk mendorong karyawan di lingkungan Kementerian Agama untuk dapat meningkatkan kualitas dan menggali potensi yang ada dalam diri mereka untuk tampil di depan publik.
"Pada orientasi peningkatan mutu presenter peserta akan mendapatkan materi- materi yang berhubungan dengan kepresenteran yang disajikan oleh nara sumber yang ahli dibidang tersebut. Sehingga output dari pelatihan ini akan menjadikan peserta presenter yang bisa tampil maksimal pada setiap kegiatan," terang Saman. (msd)